Akhirnya, Android

Setelah cukup lama bingung memilih ingin smartphone apa, akhirnya pilihan jatuh ke Android. Sebenarnya, jujur awalnya bingung karena tabunganku belum cukup untuk membeli smartphone. Kalau dipaksakan, harus ada kebutuhan vital yang dikorbankan. Smartphone ini nggak vital, hanya saja sangat mendukung, tapi nggak akan mati kalau nggak membelinya. Hehe..

Awalnya memang direkomendasikan oleh teman kantor. “Lo pilih aja Android, banyak kelebihannya kok…”, begitu temanku menyarankan. Akhirnya baca-baca semua hal tentang Android, lihat-lihat spesifikasi smartphone android di gsmarena.com, lama-lama kok semakin tergiur. Pas, akhir tahun 2011 aku punya kesempatan untuk mewujudkan rencana membeli “Keinginan”, bukan Kebutuhan. Walaupun begitu, untuk pengeluaran ini aku sangat hati-hati, karena belajar dari pengalaman beli barang tertentu dengan harga lumayan, ujung-ujungnya pasti menyesal. Tapi, untuk Android ini…sumpah, nggak ada kata penyesalan.

Beberapa alasan kenapa aku memilih smartphone Android adalah :

  • Banyak pilihan harga dan merk
  • Fiturnya banyak
  • Bisa dijadikan sebagai portabel HotSpot, ini sangat mendukung aktivitas browsing di luar kantor dengan netbook. Kalau sebelumnya sering Memburu Free WiFi, sekarang lebih jarang karena portable hotspot sudah dibawa kemana-mana
  • Nggak perlu paket internet yang terpisah, cukup langganan paket unlimited satu bulan 50 ribu rupiah saja, itu sudah lebih dari cukup untuk browsing sepuasnya di luar kantor.
  • Aplikasi android banyak yang gratis dan mendukung produktivitas di Androit Market. Misalnya aplikasi mengatur gaji bulanan, memo, reminder dan tentu saja mengatur tampilan smartphone sesuai keinginan.
  • Internetan kenceng!!
  • Push email dan ekspansi kapasitas penyimpanan yang besar.

Sejauh ini setelah memakai smartphone android,  sepertinya tagline “belanja keinginan” berubah menjadi “kebutuhan”. Bukan tanpa alasan, karena Android memberikan fitur yang lengkap walaupun daya tahan baterainya lumayan merepotkan. Tapi secara umum, dengan harga di bawah 2 Juta, yang aku dapatkan adalah fitur-fitur unggulan layaknya smartphone merk lain dengan harga yang jauh di atasnya.

Maaf ya, tulisan ini bukan bermaksud sombong, tapi memang Android memberikan solusi tepat untuk keuanganku. I Love Android :p

Tentang tamba09

Seorang blogger pemula yang perlu belajar banyak.....

9 responses to “Akhirnya, Android

  1. Saya beli Android, tapi 24 jam kemudian jadi barang onggokan, hilang mood pakainya – balik ke ponsel lawas.

    • Hibahkan ke saya mas Cahya…haha…
      Saya memilih android lebih karena fungsi modem -hotspot portable- nya, daripada beli smartphone lain dan modem secara terpisah. Lagipula, dengan uang di bawah 2 juta nggak dapat smartphone yang sedang banyak disukai orang saat ini. Hehe…

    • Kalo tingkatannya sudah expert, Android bukan lagi menjadi sebuah solusi… Minimal iphone gitu *uhuk

  2. Pingback: Aplikasi Wordpress Untuk Android | Berlin Sianipar | Jogja

  3. Lha trus kesannya pake Android mana bli? Sambil ngblog lagi… Yuk nulis :)

  4. Pingback: PanDe Baik » BLoGWaLKing yoook

  5. Android memang nggak ada matinya… dan terus berkembang

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.