Spirit

Usia adalah angka, dan “itu” adalah 22!

Akhirnya………..

Itulah satu kata yang pertama kali aku ucapkan saat perjalanan menempuh jalan setapak kehidupan menginjak level 22. Sembari bersyukur kepada-NYA, aku sempat merenung sejenak, menerawang jauh ke belakang tentang apa yang telah aku capai selama satu tahun terakhir. Banyak hal baik dan buruk yang aku dapatkan. Jika di pilah menjadi dua bagian, sebenarnya imbang alias sama rata antara hal positif dan negatif yang aku raih, cuma porsi mereka di masing-masing aspek yang berbeda.

Sedemikian banyak komposisi yang sudah aku racik selama setahun terakhir, hanya menciptakan sebagian kecil formula yang menurutku benar-benar baru. Aku menjadi lebih menghargai kehidupan dan sadar bahwa sebenarnya aku hanya memiliki waktu yang tidak banyak, dan itu terasa cepat sekali berlalu seperti menghitung mundur alarm jam yang akan tiba saatnya untuk berbunyi, membangunkan tidurku yang panjang di alam nyata untuk segera kembali ke rumah tua.

Selama ini aku memang tidak menyadari bahwa akan ada sebuah tanggung jawab besar sudah menunggu dengan tidak mengenal kata kasihan, dan mau tidak mau itu semua harus dihadapi, karena tidak ada pilihan akan hal itu. Beberapa tahun sudah aku menjalani keseharianku dengan ego dan kesombongan masa muda yang bisa dibilang tidak pernah ada batasnya, dengan berbagai hal indahnya pada saat itu. Tetapi, sedikit demi sedikit hal itu terkikis karena skenario yang mulai berubah karena setingan alam yang tidak kuasa untuk dilawan. Totalitas menjalani kehidupan dalam hal ini sangat memegang peranan penting dan harus selalu sesuai dengan tuntutan peran yang sudah ditentukan.

Suatu ketika harus diperlukan kelembutan perasaan, tapi disisi lain ganasnya logika juga berlaku.

Memang perjalanan ini seperti sebuah permainan, banyak rintangan untuk mencapai level yang lebih tinggi, tergantung bagaimana menaklukkan rintangan yang tentunya akan semakin beragam. Suatu ketika harus diperlukan kelembutan perasaan, tapi disisi lain ganasnya logika juga berlaku. Itu adalah gambaran deretan bercak tinta yang sudah aku torehkan di catatan perjalanan yang sudah mulai berwarna abu-abu…

Tapi..hari ini adalah awal yang baik bagiku. Entah kenapa, beberapa hal kecil yang berpengaruh besar yang aku harapkan benar-benar terjadi. Empat hal yang selalu mengelilingiku ternyata menyempatkan waktu mereka untuk mendoakanku. sapaan hangat dan doa serius pertama kali aku dapatkan dari calon pasangan hidupku kelak, membuatku semakin mantap untuk memilikinya. Pesan singkat dari seorang sahabat yang sangat aku kagumi ternyata begitu membuatku tersenyum gembira di menit ke lima setelah aku mencapai level baru ini. Tidak lupa ucapan selamat berdatangan dari segala penjuru, mereka berbondong-bondong memberiku hadiah doa yang tak ternilai dengan materi, sungguh hal luar biasa yang aku rasakan walaupun tanpa perayaan layaknya orang lain, karena bagiku hal tersebut tidak menjadi masalah.

Ya..semoga saja hal ini memang benar-benar menjadi awal yang baik untuk aku memulai tahap pendewasaan diri menapaki jalan yang semakin tidak rata dengan beragam rintangan lain yang siap untuk meyapaku. tuhan, terima kasih atas kesempatan yang telah engkau berikan sehingga aku dapat menikmati semua anugerahMU.

“Get Up! Stand Up! Dont Give Up The Fight!!

2 thoughts on “Usia adalah angka, dan “itu” adalah 22!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s