Jalan-jalan · Spirit

Liburan

Aku datang lagi…………………setelah liburan.  Selama 2 hari menghirup “udara segar kebebasan” menikmati apa yang aku siapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Kota Singaraja! Ya, kota Singaraja…salah satu kota favorit tujuanku berlibur (kalau dompet masih gemuk tentunya)..hahaha..! kenapa harus Singaraja??

Singaraja, bukan kota yang tempat aku tumbuh dari kecil, tapi kota tempat aku menuntut ilmu yang aku dambakan sejak sekolah dasar. Banyak sekali kenangan yang tidak mungkin terlupakan begitu saja di kota ini. Mulai dari kekompakan dalam pertemanan yang begitu membuatku sedih saat berpisah untuk belajar terjun ke dunia kerja yang tentunya tidak berkumpul lagi dengan mereka, selain itu rasa nyamanku menjalani kehidupan yang lumayan singkat selama 3 tahun berjuang mencari ilmu..dan tentunya karena terpikat seorang gadis desa yang tidak ingin aku tinggalkan.Hahaha.. yang membaca tulisanku ini langsung tau tujuanku sebenarnya..:-)

Tujuan utama memang refreshing, berangkat dari Denpasar menikmati perjalanan melewati dinginnya udara di Bedugul, Sejuknya Pancasari dan gelapnya jalan dari dan setelah Gitgit karena tertutup kabut, kebetulan cuaca sedang mendung dan jarak pandang membawa sepeda motor cuma beberapa meter. Menegangkan sekaligus seru. Membutuhkan waktu cuma 1,5 jam (versi diriku sendiri). Tidak ada persiapan khusus kali ini karena aku sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini, yang paling utama kalau menggunakan sepeda motor adalah kondisi motor harus benar-benar mantap, jangan sampai bagian sepeda motor tidak ada yang berfungsi (khususnya lampu  & rem). Kemudian Jas Hujan, perlu banget..siapa tau di jalan hujan, sangat membantu untuk menangkal dingin, apalagi di Bedugul..Grrrr,,dinginnya menusuk tulang saat hujan. Apalagi ya..mmm..sarapan yang cukup (kalau berangkat pagi)..keroncongan juga si perut kalau lupa sarapan.

Dua hari aku lewatkan libur kemarin dengan jalan-jalan menikmati deburan ombak pantai Penimbangan sambil menikmati roti bakar. Betah berlama-lama, cuaca mendung, angin bertiup kencang sampai-sampai warung kecil yang berjejer di sepanjang pantai lumayan kewalahan merapikan dagangannya yang berceceran ditiup angin. Walaupun sempat gerimis hujan, lumayan membuat merinding kedinginan, belum juga beranjak pulang, daripada kehujanan di jalan lebih baik lanjut ngobrol sampai sore dibawah payung meja sambil memesan mie goreng & nasi jinggo. Wah..mantap..tapi sayang ada yang ketinggalan, lupa membawa kamera untuk mengabadikan momen sejuk itu. Huh…menyesal sedikit karena persipan yang kurang sempurna. tapi tidak apalah, bulan depan pasti kesana lagi.

Jalur ‘melali’ alias jalan-jalan tidak jauh dari pantai. Besoknya..ke Pantai Lovina..wah lebih seru lagi. Tumben selama beberapa kali kesana, cuma liburan kemarin cuacanya benar-benar pas. Tidak panas, tapi sejuk. Dua hari hanya menikmati dua tempat itu, masih ada banyak tempat yang masih belum dikunjungi lagi. Air Sanih..aku ingin nyebur aja ke kolam beningnya. Air Terjun Sekumpul..jauh dan menegangkan kata temanku, sepi pula. Suatu saat pasti pernah kesana. Desa Silangjana, musim duren seperti ini memang cocok untuk kesana, langsung beli duren dari bawah pohonnya..nyam..nyam..nyam. Pura Pulaki, sering aku lewati saat masih SMK dulu, pulang kampung ke Negara naik bus pasti berhenti sebentar untuk sembahyang. Tapi nanti hari raya Galungan pasti lewat juga kesana (hehehe), lama sekali Galungannya tiba..

Yang membuat liburanku sedikit “basah” adalah karena diselingi hujan deras yang lumayan lama. Mungkin ini pertama kali aku melihat rintik hujan sebesar biji jagung hibrida yang “lumayan” membuat mataku wajahku sakit karena belum sempat menutup kaca helm. Intinya..30% persen waktu berlibur aku gunakan untuk berteduh di pinggir jalan menghindari serangan hujan 2 hari berturut-turut…sudahlah..sudah berakhir…lain kali rencanakan libur yang lebih seru.

Hari ini, aku telat bangun pagi dan ditelepon rekan kerja..”Dimana kamu? Jam segini belum nongol?”..heheh..maaf..aku baru berangkat, 5 menit lagi sampai kok. Cepat-cepat…sampai juga, ternya telat 44 menit..sial…lama banget! Ini nih akibatnya…pulang dari liburan, jam delapan malam pas sampai di kost. Baru saja merebahkan diri, telepon berdering…Hmm..sahabat cewek ternyata memanggil..”sobat, kamu dimana ne?? Aku lagi di deket kostmu, ketemuan yuk..dimana kek, pantai Kuta mungkin..!” Ah…tanpa cuci muka karena lupa, keluar lagi untuk..menemuinya. Kangen karena hampir sebulan tidak pernah ketemu untuk saling berbagi cerita. Asik ngobrol lagi sampai semua distro tempat ngobrol tutup..yah..udah malam ne, pulang yuk…besok aku kerja pagi, mudah-mudahan bisa bangun pagi…. Pulang, tanpa mandi lagi, ketiduran. Karena sejuknya Kuta, pagi-pagi buta sudah hujan deras, terlena dengan hangatnya selimut, padahal sudah dibangunin lebih awal oleh “alarm cantik”ku, karena dia tau aku pasti telat bangun setelah dua hari menemaninya liburan, tapi akhirnya telat juga! Beuh…!!!

Iklan

2 thoughts on “Liburan

  1. Tamba, Liburan sambil ‘melali’ memang paling mengasyikkan. Apalagi cuacanya mendukung.

    Btw, pacarmu ada berapa sih? Yang di Sgr lain, yg di Dps lain… he he he

    1. Hahaha…bos ini bisa aja…
      Pacar tetep satu, ga boleh lebih….tapi selingan boleh banyak..hahahha…ga kok, sahabat banyak, itu bagus…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s