Spirit

Cinta Dua Hati

Ada banyak hal yang bisa dijadikan alasan kenapa seseorang justru memilih hal favorit-nya lebih dari satu. Kebanyakan sih seperti itu kalau menurut penilaianku, kenapa? Karena aku sendiri mengalaminya. Tidak hanya terjadi dalam satu hal, tetapi terjadi dalam segala hal. Misalnya, diberi pilihan untuk memilih salah satu benda favorit, eh..dipilih dua-duanya atau semuanya..tidak ada yang menyalahkan sih, karena memang kita sebagai manusia tidak pernah puas. “Kita??….Lu aja kalee..!” Itu kata temanku saat aku melontarkan komentar mengenai obrolan Cinta Dua Hati. Biasa, sebelum pulang kerja, saat pergantian shift, berbincang dulu mengenai sebuah topik. Kebetulan hari ini topiknya seperti judul ini. “Kamu pilih yang mana?, kalau bisa sih dua-duanya..hehehe..Maruk ya..! Satu-satu donk!” Yah..seperti itulah sedikit gambaran tentang ketidakpernahpuasan kita sebagai makhluk yang bisa memilih.

Terlalu jauh melangkah kesana-kemari jadinya seperti ini. Mungkin banyak yang bingung membacanya. OK disini aku hanya ingin menilai sesuatu dari segi pandangku sendiri, apakah wajar memilih lebih dari satu atau memilih semuanya dari beberapa pilihan yang ada?  Kalau bisa, kenapa tidak?? Simple kan? Itu dia sisi gelapku yang aku bahas disini. Membaca judul posting yang seperti itu mau tidak mau membawa pembaca ke hal lain yang justru dipandang sebelah mata oleh orang lain. Wah…diam-diam anak ini playboy juga. Eiittss!! nanti dulu, jangan negatif thinking dulu. Tidak apa-apa sih jika saudara berpikir demikian,,halah,,

Sebenarnya wajar-wajar saja kalau kita menyukai banyak hal, termasuk dalam urusan pilih-memilih hal yang kita sukai. Selama itu bisa mendatangkan keuntungan (lebih spesifik : ilmu) bagi kita dan tidak membuat kerugian untuk orang lain. Kita patut bersyukur bisa diberi kesempatan untuk memilih yang sudah ada. Mungkin banyak yang tidak setuju dengan sebuah pendapat, tapi tidak apa-apa kan namanya pilihan, tidak harus sama antara yang satu dengan yang lainnya, karena setiap manusia itu unik, memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain, oleh orang kembar identik sekalipun!

Yang aku maksud disini adalah semangat ngeblog! Ya…semangat untuk mengetahui dunia blog lebih dalam. Belum kelar membedah seluk beluk salah satu layanan blog gratis yang satu, sudah nekat masuk ke layanan blog gratisan yang lainnya. Itu salah satu hal yang membuatku belum memilih untuk membeli domain dengan nama sendiri, selain belum ada modal (sebenarnya murah untuk saat ini), aku juga belum begitu paham. Dan masalah terbesarnya adalah, ya itu tadi aku belum menemukan tempat yang pas. Intinya aku ingin menikmati dulu utak-atik blog seperti apa. Dari dua layanan blog gratisan yang aku ikuti, ada banyak perbedaan yang mencolok, tapi itu tidak mengurungkan niatku untuk terus mempelajarinya. Walaupun belajar secara otodidak, aku yakin suatu saat akan membuahkan hasil. Dan itu tidak akan lama lagi! Blogger adalah layanan blog gratisan pertama yang aku pelajari sampai akhirnya aku mengenal sedikit tentang HTML, tapi di WordPress justru berbeda jauh, banyak hal yang diijinkan di Blogger tidak bisa diterapkan di WP. Yah, namanya perbedaan selau ada, tergantung aku sekarang mau memilih yang mana..hahaha… Tidak lepas dari judul di atas, aku sudah cinta di dua hati. Blogger..yes…WP why not! Yang penting ilmunya dulu, masalah tampilan belakangan aja deh. Belajar..belajar..dan belajar…

Mengumpulkan Ilmu Dari Tempat Yang Berbeda Jauh Lebih Baik

Mengatur waktu agar bisa memberikan perhatian di dua “hati” tersebut memang  gampang-gampang susah, masalahnya mungkin di update posting yang jarang sekali bisa dipenuhi. Kecuali  jenis atau kategori masing-masing blog tersebut dibedakan. Ya tidak jauh beda memposisikan diri di antara dua hati sungguhan..hahahaha…

Keep Blogging!

Gambar diambil dari fazilyahaya

5 thoughts on “Cinta Dua Hati

  1. Tamba, kalo boleh saya sarankan; kelola blog satu aja [dulu]. Pengalaman saya, pertamakali saya membandingkan Blogger dengan WordPress [dot com lho, bukan dot org]. Blogger memang fleksibel dan terasa lebih bisa diolah dibanding WordPress.com yang terkesan monoton.

    Tapi saya kemudian menemukan tidak enaknya memakai Blogger pada saat orang ingin berkomentar di blog kita; Terlalu banyak pilihan,tidak simpel spt di WP.

    Kalau sekedar untuk menulis saja, saya sarankan bertahan di WP.com saja seperti sekarang ini. WP.com ini lebih Search Engine Friendly. Tapi kalau ingin bisa lebih mengoprek-oprek WP, pake self-hosting WP [WP.org]. Tapi ini perlu invest tentunya.

    1. Terima kasih sarannya Bli. Saya fokuskan untuk menulis disini dulu. Kalau blogspot, saya tertantang untuk mengutak-atik HTML-nya. Untuk wordpress-nya, kedepan saya memang merencanakan untuk self-hosting, tapi saya benar-benar belum mengerti tentang hal itu, mungkin saya bisa belajar dulu dari Bli kalau bli tidak keberatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s