Spirit

Menumbuhkan Minat Baca

Karena bosan diam di rumah sepulang kerja, aku memutuskan untuk jalan-jalan sendirian ke luar. Awalnya aku ingin ke sebuah pameran gadget yang diadakan oleh salah satu provider selular di mall terbesar di Bali, tapi nyasar ke tempat lain. Hari itu adalah hari terakhir pameran. Begitu sampai di sana mana pamerannya? Kok cuma ada diskon pakaian? Setelah bertanya kepada seorang SPG yang menawariku untuk belanja, aku baru tahu kalau pamerannya sudah selesai dua jam yang lalu, karena aku sampai di sana jam 7 malam. Hmm..telat lagi… Ya sudah, daripada sia-sia ke tempat itu aku masuk ke toko buku untuk sekedar membaca, siapa tahu ada buku yang aku cari [ini bukan perpustakaan Bang, membaca berarti membeli..hehe.]

Malam itu ramai sekali, biasanya juga banyak orang..hehe.. Sedikit pertanyaan di benak, apakah memang minat baca masyarakat yang tinggi atau mereka cuma kebetulan mampir untuk menghabiskan waktu jalan-jalan?? Hmm… Sambil memilih-milih buku di rak dan membacanya, akhirnya ketemu buku yang dicari.[aku beli juga kok]. Karena sudah malam, toh juga buku yang dicari sudah dapat + mata ngantuk, aku harus pulang dan menuju kasir. Gila..ngantrinya panjang sekali, seperti antri untuk membeli tiket bus saja. Mau bagaimana lagi, siapa cepat dia dapat duluan. Lestarikan Budaya Antri! [satu-satunya pesan kakakku yang sanggup menenangkan aku disaat-saat seperti itu].

20 menit berlalu, akhirnya gilirannku tiba. Selesai proses, uhh..leganya..setelah melewati antrian itu. Di belakangku juga masih banyak orang antri, mungkin saja tokonya akan tutup setelah antrian itu habis. Apa yang bisa diambil dari kejadian ini? Ternyata minat baca masyarakat cukup tinggi jika dilihat sekilas. Tapi ini cuma penilaian pribadi. Yang terlihat minat bacanya tinggi kan rata-rata orang di daerah perkotaan yang memiliki akses mudah ke toko buku atau ke perpustakaan daerah saja. Nah, bagaimana dengan yang berdomisili di daerah pedesaan atau jauh dari kota? Ini yang membuatku penasaran, kenapa pemerintah tidak membuat sebuah perpustakaan di masing-masing desa untuk menumbuhkan minat baca masyarakat? Atau paling tidak perpustakaan keliling yang dijadwalkan pada hari tertentu  tiap minggunya. Sepertinya ini akan berdampak bagus.

Setahuku di desa tempat tinggalku belum ada, sayang sekali 😦 .

Semoga bisa terealisasi…

Iklan

10 thoughts on “Menumbuhkan Minat Baca

  1. iya setuju tuh, kenapa pemerintah tidak membuka perpustakaan di setiap desa.
    mungkin di lihat sekilas memang minat baca masyaarakat kita sudah mulai ada kemajuan tapi jika di bandingkan dengan populasinya ya masih sangat jauh jika di bandingkan dengan negara2 lain hehe.. mari budayakan membaca dan juga menulis! salam 🙂

    1. Halo Ibu..apa kabar? Hehehe..akhirnya ketemu disini juga. Kenapa batal?? Kan bagus buat anak2 di rumah…sedikit demi sedikit pasti akan membentuk lingkungan yang bagus. :-).
      Tukar link ya…
      Thanks kunjungannya..

  2. sungguh keinginan yang mulia untuk membuat perpustakaan di daerah2, tetapi harus diisi dengan buku2 yang berkualitas, jangan hanya buku2 lama yang sama sekali tidak menarik perhatian khususnya generasi muda..

    dan kalau bisa, sebaiknya pemerintah bisa menyediakan internet gratis di sekolah2 dengan kualitas koneksi yang baik.

    oya lupa, salam kenal, hehe

    1. Di tempat saya malah belum ada Bli..hehe…
      Seharusnya itu dibuat lebih mudah, kenapa harus di kantor bupati ya? Seandainya ditempatkan di tempat yang lebih mudah dijangkau , pasti akan banyak masyarakat kecil yang berkunjung, tanpa harus risih.

  3. Buku sekarang jadi barang yang mahal. Secara ndak langsung menyurutkan semangat membaca. Parahnya, pendistribusian buku ndak merata. Kualitas perpustakaan di daerah pun blum maksimal.

    1. Setuju.
      Harga buku kian melambung. Tapi kualitas perpustakaan tidak kunjung dibenahi. Kebanyakan perpustakaan yang sudah ada hanya greget di awal, setelah itu tidak diperhatikan lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s