Kesehatan · Spirit · Tips

Mulai Pikun

Pagi itu, bangun kesiangan. Baru ingat bahwa kemarin sudah  menyanggupi untuk mengantar kakak ke tempat kerjanya. Begitu melihat jam, sudah telat 15 menit dan di handphone ada 16 panggilan tak terjawab dari nomor kakakku. Mampus..!! Dimarahin habis-habisan. Secepat kilat cuci muka tanpa mandi. Brangkattt…tapi ada yang kurang, kunci motorku ketinggalan. Masuk lagi ke kamar yang sudah aku kunci, tapi dimana ya?? Dicari kesana kemari, di tas, di meja, di bawah bantal, di lemari, di laci..aarrgghh…tidak ketemu juga. Hari semakin siang, kakakku semakin tidak sabar dan terus menelepon. Tapi kunci motorku dimana?? Aku lupa dimana menaruhnya tadi malam. Dasar Pikun!

Karena kejadian itu, telingaku masih merah dimarah habis-habisan karena tidak bisa menepati janji. Ada dua penyebab, pertama lupa menyetel alarm karena aku sulit bangun pagi, kedua aku lupa menaruh kunci sepeda motor entah dimana. Walaupun alasan LUPA begitu manusiawi, tapi sungguh tidak bisa diterima apalagi hal itu terjadi berulang-ulang. Telat datang ke tempat kerja juga pernah menggunakan alasan lupa, tapi tidak ada toleransi sedikitpun karena dianggap menyepelekan tugas dan tidak disiplin! Lalu bagaimana dong kalau ‘penyakit’ lupa/pikun ini terus membawa masalah? Cari dan selidiki penyebabnya lalu lakukan langkah pemulihan dan pencegahan.

Hanya dengan mengetikan kata kunci PIKUN di mesin pencari, banyak sekali pembahasan mengenai topik ini. Yang paling ramai dibahas adalah 7 kebiasaan penyebab pikun. Kalau boleh aku kutip, ketujuh kebiasaan itu adalah:

  1. Makan terlalu banyak
  2. Merokok
  3. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
  4. Kurang tidur
  5. Kurang menstimulasi pikiran
  6. Jarang berkomunikasi
  7. Memikirkan banyak hal saat sakit

Dan ternyata, aku baru tahu dari ketujuh kebiasaan itu yang dicetak tebal ada pada diriku selama ini. Makan terlalu banyak memang aku akui karena ingin berat badan ini naik..hehe.., kemudian mengkonsumsi gula terlalu banyak, iya karena aku suka makanan dan minuman manis. Kurang tidur sudah pasti iya, paling lama rata-rata aku tidur tiap hari adalah 5 jam, padahal idealnya adalah 8 jam. Memikirkan banyak hal saat sakit kadang-kadang tidak bisa dibendung, entah darimana datangnya tiba-tiba saja otakku dipenuhi berbagai hal untuk dipikirkan.

Untung saja aku tidak merokok, kalau iya mungkin pikun ini lebih parah. Oya, ada satu fungsi blog disini yang aku lihat bermanfaat untuk mengurangi pikun yaitu poin no.5. Dengan ngeblog, secara otomatis kita kan menstimulasi otak untuk berpikir. Demikian kira-kira, mudah-mudahan dengan mengetahui penyebabnya, kita bisa melakukan langkah pencegahan supaya tidak pikun saat usia masih muda.😆

18 thoughts on “Mulai Pikun

  1. dngn manage pikiran ‘n therapy mungkin sdkt bsa mnghindari pikun……..biasax saat qt trllu fokus akn suatu hal dan saat qt panik,,,,,qt sring pikun……soooooo,,,,,,mungkin dngn bljr manage pkrn dngn baik,pikun bsa dkurangi……ini mnurut pmkrn q j ya…..ga tau sumber yg relevan sprt ap…..dn hindari ke 7 pnyebab to mungkin….

  2. sprti yg drimu ktkn jga,,,,hidup sehat adlh kunci u/ smua mslh yg ada dlm tubuh dan jiwa seseorang…..semangat!

    1. Hahaha..Bli Budiarnaya ini bisa aja.Gmn bisa dimakan kalau taluhnya aja sembuwuk?? wkwkwk..
      Tapi ngomong2 saya kok belum pernah mendengar mitos itu ya..hehe..mungkin udah tenggelam..

  3. aq juga orangnya rada pikunan, mas! kyk nya kudu berbenah neh dgn petunjuk di atas. thanks wat infonya. salam kenal kembali, mas! ini kunjungan balik dari saya. sukses!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s