Spirit

Belajar Mandiri

Mandiri jika aku diartikan seadanya, bisa jadi artinya mampu melakukan semuanya sendiri (tanpa bantuan tenaga dan materi dari orang tua) dengan proses unik yang berkelajutan..hehe.. Ini aku khususkan mandiri yang  berkaitan dengan orang tua. Memang pada dasarnya seperti itu dan setiap anak pasti pernah diajarkan oleh orang tuanya untuk mampu mandiri kelak. Mulai dari hal – hal kecil sampai ke hal yang memrlukan tanggung jawab lebih besar. Setiap proses tersebut pasti dilalui bertahap dengan tingkat yang semakin tinggi.

Saat kecil, aku terbiasa diajarkan orang tua untuk membekali diri dengan skill yang bisa berguna sehari – hari. Misalnya, hal pertama yang diajarkan adalah mencuci pakaian sendiri, selain itu walaupun aku laki-laki harus bisa memasak juga, dan masih banyak lagi hal lain. Benar saja, memasuki usia untuk sekolah menengah atas, aku memutuskan untuk menuntut ilmu di luar daerah dan semua bekal berupa skill yang diajarkan orang tuaku terpakai semuanya. Hal paling berat pertama adalah harus berpisah selama tiga tahun ( walaupun kadang pulang juga ) hingga tamat. Tiga tahun berlalu, aku tamat dan sudah sangat terbiasa sendiri (tanpa pantauan orang tua langsung). Karena orang tua harus membagi jatah supaya semua anaknya mengenyam pendidikan yang layak, aku sebagai kakak dari adik – adikku memilih untuk mengalah, toh juga aku sudah dalam titik aman, kalaupun melanjutakan ke jenjang lebih tinggi masih sangat bisa.

Tidak ada jalan lain, aku harus memasuki dunia kerja, mengenal lebih jauh lagi tentang arti mandiri. Tapi proses itu aku jalani tidak semudah yang dibayangkan, untuk mencapai kata mandiri tidak instan. Dihadapkan lagi dengan kondisi yang memiliki tingkatan lebih tinggi, resiko lebih tinggi dan tanggung jawab yang lebih tinggi juga. Sempat merenung beberapa kali, sudah lumayan banyak tingkatan yang aku lewati, tapi belum juga mendapatkan kata mandiri yang seutuhnya. Entah sampai kapan itu bisa diraih karena sampai sekarang aku ‘masih belum tahu malu’ juga selalu menyetor muka pulang ke rumah untuk meminta bantuan . Hehe..

Bapak / Ibu, maafkan aku belum mampu menjadi yang kalian inginkan..

Iklan

20 thoughts on “Belajar Mandiri

  1. Bli…ia akan berjalan sesuai dengan perubahannya nanti, yakin dan percaya kalau Bli itu bisa, semua orang pasti mengalaminya, tidak kecuali saya 😆 yang penting aplikasi nyata Bli (OOT : Puisinya sekedar memeriahkan heee )

  2. sama mas, saya juga masih selalu morotin orangtua setiap kali pulang ke rumah tuh, hiks….
    semoga kita segera bisa mandiri dan bisa membalas segala kebaikan mereka (walaupun sebenarnya semua itu tidak akan pernah terbalas)

  3. Saya tinggal terpisah dari ortu semenjak tamat SMP, dah bisa mendiri semenjak masuk dunia kerja..
    Tapi bener2 mandiri semenjak berumah tangga..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s