Jalan-jalan · Spirit

Menolong Pun Memilih

Matahari masih terik walaupun jam sudah menunjukkan setengah 5 sore. Pulang kerja jalan – jalan sebentar mencari nasi goreng yang belum sempat dicoba sebelumnya. Jalan Teuku Umar, Denpasar saat itu sedang macet – macetnya karena jam pulang kerja biasa seperti itu. Tapi tidak usah buru – buru, toh juga niatnya hanya untuk keliling – keliling sambil berburu nasi goreng.hehe..

Jalan lumayan padat, hampir semua mobil melaju dengan lambat bahkan seperti merangkak karena baru beberapa meter harus berhenti sebentar memberi kesempatan yang didepannya untuk menyeberang atau menepi. Tukang parkir menyetop tiba – tiba di tengah jalan untuk membantu mobil/motor keluar dari areal parkir pertokoan menjadi pemandangan yang sudah biasa tiap. Pengendara sepeda motor yang kurang hati – hati biasanya langganan menabrak yang seperti ini.

Seperti kejadian yang aku lihat secara nyata kemarin. Pak Tukang Parkir sedang membantu seorang pengendara sepeda motor menyeberang jalan setelah membeli nasi goreng. Aku mengurangi kecepatan karena mobil didepanku pelan – pelan mulai berhenti. Awalnya aku tidak tahu kenapa mobil berhenti padahal di depan kosong, jarak dengan kendaraan di depannya juga jauh sekali. “Ah..pelan – pelan saja, siapa tahu ada yang menyeberang”, pikirku. Benar saja, tukang parkir dan yang akan menyeberang itu tidak kelihatan karena dihalangi mobil.

Tiba – tiba sebuah motor matic, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah belakangku dengan semangat memburu untuk menyalip mobil di depan. Pas di berhasil menyalip mobil, yang nyeberang baru sampai dipertengahan jalan. Benar, sesuai bayangan dua pengendara sepeda motor ini akhirnya membentuk huruf ” T ” dengan suara benturan yang lumayan keras. Alhasil, yang akan menyeberang tidak jadi nyeberang, tapi malah tidur tertindih sepeda motornya sendiri. Mataku tak berkedip pertama kali menyaksikan kecelakaan secara langsung.  Tapi ada lucunya, jelas – jelas yang perlu pertolongan pertama adalah yang tertindih sepeda motor, tapi pak tukang parkir malah nyamperin si penendara matic ini mentang – mentang dia cewek yang kelihatannya baik – baik saja karena masih bisa berdiri sendiri. Sesaat kemudian baru si tidur ini diselamatkan. Duh..kasihan… Pak..Pak…kalau mau menolong jangan pilih kasih dong..hehe…

Ada – ada saja..Akhirnya aku batal membeli nasi goreng… 😦

Iklan

6 thoughts on “Menolong Pun Memilih

  1. Kasihan juga kejadiannya seperti itu, sungguh teeerlaaluuu… 🙂
    Terus bagaimana kondisi selanjutnya dengan motor dan orang lainnya itu, Bli. 😆

    1. Hehe…iya..keterlaluan sekali BliTu. Yang jatuh keduanya luka karena tertindih motor, dan yang nabrak tidak kenapa2, hanya shock saja. Saya ngeri melihat kecelakaan, karena sudah pernah mengalami dan tidak ada yang menolong..hehe..

  2. tapi memang sering kejadian seperti terjadi.Hal lain yang sering terjadi di dijalanan, yaitu banyak orang merasa dapat membeli jalan dengan uang 500 perak, mentang2 dah bayar “pak ogah” jadi merasa dia yang paling berhak dijalanan. btw Salam kenal… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s