Spirit · Tips

Wajah Pasaran

Hari ini sedikit berbeda dengan hari – hari sebelumnya. Lelah seharian bekerja sekaligus pindahan kemarin yang cukup melelahkan, akhirnya bisa santai satu hari penuh. Beradaptasi di tempat baru tidak terlalu sulit karena teman – teman di tempat baru semua ramah dan selain itu aku juga  sudah biasa pindah – pindah tempat tinggal. Seperti biasa, hari pertama tidur di tempat baru pasti sangat berkesan karena semua suasananya baru, tapi begitu menginjak ke bulan berikutnya mulailah biasa – biasa saja bahkan mungkin rasa bosan menghinggapi lagi.

Tempat baru, lingkungan baru, bertemu orang – orang baru dan tempat membeli makan pun baru., seru! Sore, niatnya membeli jagung bakar sama temanku untuk sekedar ganjal perut, tapi lebih dulu ketemu dagang nasi goreng, berubah pikiran lagi. Daripada diganjal, mending langsung makan nasi saja, sudah lama juga absen makan nasi goreng. Belum sempat memesan, sudah disapa duluan oleh dagangnya.

“Halo..selamat datang, apa kabar? Makin cantik aja Mbak ini”, begitu Ibu itu menyapa temanku dengan sok kenal sok dekatnya. Temanku hanya senyum – senyum sambil menoleh ke arahku. “Ow..kabar baik, pesan nasi goreng dua ya Bu”, Aku memesan.” Makan disini ya?”, Ibu itu balik bertanya. “Dibungkus aja Bu”, Aku jawab lagi. “Lho? Kok tumben dibungkus?”, Dia bertanya lagi. Aku semakin bingung, Ibu ini salah orang atau hanya basa – basi menyambut pelanggan saja. “Hari ini spesial soalnya Bu, dibungkus saja”. Jawabku. Sambil senyum – senyum aneh, dia membuatkan pesanan nasi gorengku dengan segera. Sambil menunggu, aku dan temanku sibuk saling bertanya kenapa hari ini semuanya aneh, seolah – olah orang baru yang melihat aku berdua seperti sudah kenal akrab sebelumnya. Apa karena wajahku yang pasaran atau bagaimaa..haha..Benar – benar aneh!

15 menit, dua porsi nasi goreng plus krupuk sudah jadi. “Cepat sekali Bu?”, Iya soalnya spesial Mas sama Mbaknya tumben kesini lagi. Makasi ya”, ibu itu nyrocos. “Oh..iya, makasi ya Bu” Aku menimpali. Hari yang aneh..!

Tips: Jika ada orang sok kenal sok dekat seperti Ibu tadi, lebih baik ladeni saja, tapi begitu dia bicara yang tidak kita mengerti, barulah disana bilang sebenarnya bahwa kita tidak kenal dan lihat reaksinya. Pasti lucu..haha.. 😆

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s