Kesehatan · Spirit

Pilek

Kemarin aku pulang kerja agak malam, hujan tidak begitu deras mengguyur dari siang hingga jam pulang tiba. Sebenarnya pulang sore, tapi kemalaman hanya karena menunggu langit supaya sedikit lebih ramah tapi tidak kunjung cerah, malah hujan jadi lebih deras. Sambil berpikir bagaimana caranya pulang supaya tidak basah, lupa memasukkan jas hujan tadi pagi ke tas. Perut sudah mulai protes. Ya sudah terobos saja, sekali – sekali basah kuyup tidak apa – apa.

Tahu  hujan akan berlanjut sampai malam begini, aku pasti sudah terobos dari tadi. Menyesal karena sudah menunggu terlalu lama. Sambil berdoa aku pelan – pelan mencari jalan pintas menuju ke jalan utama. Berhasil, lumayan lega. Tapi belum habis perasaan lega itu, guyuran hujan makin deras. Otomatis tidak bisa memacu sepeda motor lebih cepat karena kondisi ban motorku yang sudah halus. Ini artinya aku akan menerima guyuran hujan lebih lama di jalan.

Apa yang aku takutkan terjadi, pilek langsung menyerang malam itu juga. Malam semakin larut, hujan semakin deras dan tidak ada persediaan obat – obatan anti pilek. Untung ada seperempat botol kecil minyak kayu putih yang biasanya menjadi teman disaat dingin, lumayan lah sedikit lebih lega walaupun hidung seperti diganjal potongan gabus.

Semoga saja pilek ini tidak berlanjut hingga esok.

3 thoughts on “Pilek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s