Spirit

Buluk Bukan Berarti Tak Layak

Setiap orang pasti memiliki barang kesayangan sehingga saat kondisinya sudah rusak parah pun sayang untuk dibuang bahkan masih dipakai. Mungkin karena barang tersebut memiliki nilai sejarah tersendiri bagi pemiliknya. Tak terkecuali barang yang kita pakai sehari – hari, salah satunya  sepatu. Ya, sepatu adalah salah satu barang kesayanganku, tidak heran jika di gudang masih tersimpan koleksi sepatu yang aku pakai sejak SMP. Entah masih disana atau sudah dibuang sama orang rumah karena aku sekarang berada di rantauan.

Khusus sepatu ini paling spesial diantara yang lainnya. Terlalu banyak kenangan dengan sepatu ini, walaupun sudah masuk kategori busuk dan memalukan bagi orang lain, tapi aku masih percaya diri memakainya sampai sekarang. Perjuangan untuk mendapatkannya tidak mudah karena itulah memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Sepatu Buluk-ku

Berawal dari undangan untuk hadir ke sebuah acara, dan sepatu pendahulunya yang sudah sangat tidak layak dipakai, sehingga mengharuskanku membeli yang baru. Mulai mencari dari toko satu ke toko lainnya untuk mendapatkan model yang aku cari. Setelah memasuki toko ke-6 belum juga ketemu, karena aku tidak mau menyesal membeli yang tidak sesuai harapan, lanjutkan pencarian, akhirnya dapat di Carrefour. Satu keputusan berat waktu itu adalah, semua sepatu disana sedang diskon besar-besaran, tapi khusus sepatu ini saja tidak ada diskon sama sekali (apa karena memang sudah tidak perlu didiskon lagi? Soalnya bagiku harganya lumayan juga)..hehe.

Sepatu Buluk-ku

Petugas tokonya menyarankanku untuk datang besoknya untuk mendapatkan harga diskon, lumayan 30%. Hmm..daripada diambil orang, ya sudah..aku putuskan untuk ambil malam itu juga dan langsung menuju ke tempat acara (masih bau toko).

Sepatu Buluk-ku

Buluk Bukan Berarti Tak Layak

Oktober mendatang, genap sudah setahun aku memakainya (kalau masih layak dipakai). Tanda-tanda tak layak sudah sangat kentara di sepatu ini. Mulai dari jebol di pinggir kanan dan kiri, warna hitam yang memudar dan sudah sangat tidak nyaman. Tapi itu tidak jadi alasan untukku membuangnya, kecuali aku memenangkan kuis ini.

😆

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kuis Sepatu Buluk Berhadiah Sepatu Baru yang dibuat oleh kang ARMAN TJANDRAWIDJAJA.

20 thoughts on “Buluk Bukan Berarti Tak Layak

  1. si buluk2 ini jadi tema kontes dimana sih Bli?
    kayaknya banyak banget yang ikutan.:)
    sukses ya buat kontesnya.^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s