Spirit · Tips

Menjadi Trainer Itu Tidak Mudah

Pernah mendengar orang bilang begini: “Melatih itu menyenangkan dan gampang!”. Lalu aku berkata dalam hati, “Huh! Siapa bilang?, susah tau!”. Iya, aku menjawab demikian – dalam hati – karena baru saja mengalaminya dan masih berlangsung sampai sekarang. Sebenarnya tidak pernah terpikirkan akan menjalani ini semua, tapi tiba-tiba saja tanggung jawab besar ini jatuh ke tanganku dan rekankuΒ karena perusahaan tidak memiliki tenaga khusus untuk men-training orang baru. Ya sudah jalani saja karena memang itu kewajiban sebagai senior.

Setiap orang memang memiliki keahlian dan teknik yang berbeda-beda dalam hal mengajar / melatih. Ada yang menganggapnya mudah, sulit bahkan tidak bisa sama sekali jika diberi tanggung jawab untuk melatih (men-training) anggota baru di tempat kerja yang sejalur dengan posisi kita saat ini. Nah, akulah orang yang menganggap ini sulit karena bakat dasar sebagai seorang guru tidak tertanam sama sekali di dalam diriku.

Kebagian juga karena rekanku yang lebih senior kewalahan jika harus mengemban tugas itu sendirian. Dari perusahaan memang sudah ada panduan umum untuk pelatihan anggota baru dan itu harus dikembangkan, tapi dengan keterbatasanku – tidak ada bakat jadi guru – mau tidak mau si trainee ini aku latih persis seperti bagaimana aku menjalani hal serupa saat baru bergabung di perusahaan ini pertama kali.

Aku sadar kemampuan otak setiap orang berbeda-beda dalam hal menerima sesuatu yang baru, tapi hal itu kadang aku abaikan dan tetap berusaha agar si trainee bisa menerima pelatihan sama seperti kemampuanku menerima hal tersebut. Egois memang, tapi jika aku keluar dari jalur standar pribadi, aku akan kelabakan sendiri karena disisi lain deadline juga mengejarku supaya orang baru ini “siap pakai” dalam waktu yang sudah ditentukan. Selain itu cap tidak becus juga siap-siap menempel jika gagal atau molor dari jadwal.

Memang susah, tapi yakin saja ini akan berhasil dan tentunya tetap tanpa kekerasan.Β πŸ˜‰

Kalau ada di posisi seperti ini, apa yang akan teman-teman lakukan?

Iklan

32 thoughts on “Menjadi Trainer Itu Tidak Mudah

  1. Wah, gimana ya? Saya sih pernah ada di posisi seperti itu. Yang saya lakukan adalah melatih sebisa yang saya mampu. Masalahnya, saya nggak tahu apakah proses pengajaran saya terbilang mudah dimengerti atau tidak..

  2. emang … siapa bilang melatih itu mudah …
    sulitnya terletak pada sebelum kita melatih seseorang untuk melakukan ini itu, kita sendiri dulu yang harus biasa melakukan ini itu tersebut …

    ~~~ Salam BURUNG HANTU ~~~

  3. menjadi trainer adalah inspirasi
    saya selalu kagum dengan trainer, motivator, etc
    namun sepertinya tak semua punya bakat kesana
    hanya yang istimewa bisa menjadi trainer
    salam sukses..

    sedj

  4. Hehehe…menjadi trainner memang mengasyikan, apalagi kalau ada yang bening-bening πŸ˜†

    Saya ndak pernah menolak menjadi trainer, sepanjang dalam lingkup pengetahuan yang saya miliki. Kalau diluar itu? nggak sanggup.

  5. Saya tahu Bli gimana rasanya pasti juga kalau yg diajari g cepet bisa Bli ada rasa jengkel, he he he

    SSM saya sering curhat pas makan siang kalau pas training anak baru, saya dulu juga bekas anak baru yg pernah di trainingnya jd yah begitulah…

    Semamnngat ya Bli!

  6. Beberapa pekan lagi, sayapun bakalan menjadi salah saatu Trainer di tempat kerja. Was”memang perasaannya, karena selama ini saya lebih enjoy mengajarkan secara private dibanding segambreng…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s