Kesehatan · Tips

Akibat Salah Dengar

Menjadi orang yang memiliki kualitas pendengaran kurang bagus kadang memberi masalah cukup serius. Sebenarnya jika diperiksakan ke dokter telinga ini tidak ada masalah sama sekali, hanya saja saat orang berkata agak jauh atau agak pelan sering kesulitan untuk mencerna apa yang baru saja dikatakannya. Karena malu meminta lawan bicara mengulang lagi kata yang baru saja diucapkannya akhirnya hanya berasumsi padahal bukan itu yang dimaksud.

Haha..itu pernah aku alami beberapa tahun silam dan berlangsung cukup lama. Selain membuat kesan tidak baik, hal ini juga cenderung menimbulkan kesalahpahaman yang akan menimbulkan masalah baru. Memang sangat menyebalkan saat kita berkomunikasi dengan orang lain tapi orang tersebut menyuruh kita mengulang kata yang sama berkali-kali karena ada yang tidak beres dengan pendengarannya. Tapi menurutku ini jauh lebih baik daripada malu minta diulang , lalu menebak-nebak dan akhirnya tebakannya salah. ini lebih parah!

Ada satu kejadian lucu tentang hal ini saat aku membeli bahan bakar untuk sepeda motorku di sebuah SPBU. Karena buru-buru aku menjawab dengan cepat saat petugasnya – kebetulan cewek – bertanya, “Beli berapa Pak?”. “Sepuluh Ribu!”, jawabku. Dengan santai petugas itu menjalankan tugasnya hingga meteran harga menunjukkan empat belas ribu rupiah. Aku yang sedang buru-buru malah kaget karena yang diberi tidak sesuai dengan yang dipesan.

Terang saja aku bertanya, “Kok segitu Mbak? Saya kan bilang sepuluh ribu!”. “Lho? Bukannya bapak bilang Full?” Dia membela diri. Aku hanya bisa tertawa geli dalam hati. Bagaimana bisa dari sePULuh ribu menjadi Full? Mungkin yang didengar hanya penggalan tengah dari kata sepuluh. “Makanya bertanya kalau kurang jelas”, kataku lagi.

Itulah salah satu akibat dari salah dengar. Kalau memang kurang jelas, kenapa harus malu meminta lawan bicara untuk mengulang sekali lagi, daripada terjadi hal yang tidak diinginkan kemudian. Tapi kalau sudah beberapa kali diulang masih saja tidak jelas, berarti harus segera ke dokter THT. Bukan otak yang lamban merespon, melainkan memang ada yang tidak beres dengan si kuping.

Oya, karena si Mbak petugas SPBU tadi murni salah dengar karena dia terlalu santai alias nyeleweng, aku tidak mau membayar selebihnya. Hanya kubayar sesuai dengan yang kupesan saja. Hehe..

9 thoughts on “Akibat Salah Dengar

  1. Trkadang bkn krn pendengaran g baik, bisa jd krn krg focus..

    Saya jg pernah mengalaminya, saat capek pulang dari nungguin single photo shoot product di mana cuma saya yang nungguin itu pun hari kedua, jam 3 lbh hrs balik ke kantor lagi, si boss cuma nanya “everything is run well?” yang ada di telinga saya hanya “well”nya aja jadi tak tanya berulang-ulang sampai boss tertawa cekakakan.

    Terlalu lelah bisa juga mengganggu pendengaran…

  2. hahaha……memang sulit juga ya ketika pendengaran kita kurang baik.
    seperti yg bunda alami juga beberapa bulan lalu, ketika bunda terkena stroke telinga ,( untung blm parah,) gak pernah nyambung ketika diajak berkomunikasi😦
    salam

  3. Pengalaman itu sering terjadi pada mertuaku, jika berbicara normal tidak dengar, tapi jika agak dikerasin dikira marah sama ortu … wah, memang repot jika terjadi miss komunikasi

  4. wahh kasian juga ya mbak yg jual bensin itu..tentang salah denger tuh, kadang2 orang ngelamun / banyak pikiran juga sering salah denger lho..sebel juga sih klo ngalaminnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s