Spirit

Haruskah Orang Terdekat Tahu?

Semua orang pasti  punya beberapa hal yang sangat rahasia. Baik itu tentang hidupnya atau hal lain yang tidak ingin dia bagi kepada orang-orang yang ada dalam hidupnya atau orang lain. Tapi ada banyak juga yang memilih untuk memberitahukan rahasia pribadinya kepada orang-orang terdekat. Disini aku tidak akan bertanya tentang salah atau tidaknya hal tersebut melainkan bertanya, perlukah orang terdekat tahu rahasia kita?

Aku mengetahui beberapa rahasia orang – teman, sahabat, saudara – karena mereka bercerita sendiri dan menganggap aku orang terdekat yang bisa dipercaya (anggapan mereka benar kok..hehe). Tapi sangat bertolak belakang dengannku. Aku tidak serta merta membuka sesuatu yang aku anggap rahasia kepada siapapun, termasuk orang yang mempercayaiku dan itu bagiku benar. Dan rahasia tersebut justru akan aku bongkar jika saatnya tiba atau sudah tidak pantas lagi untuk  dirahasiakan.

Ngomong-ngomong rahasia, curhat sedikit. Password account di dunia maya juga masuk dalam kategori rahasia. Kembali pertanyaan di atas muncul, perlukah orang terdekat tahu password kita? Pertanyaan ini mendadak ingin aku tanyakan kepada sahabat blogger semua karena kejadian pagi ini. Jadi begini, sekitar jam 05.30 tiba-tiba ada notifikasi bahwa YM teman dekatku  saat SMP -namanya Septa – online dan pasang status “Available”. Tumben anak ini online subuh dan pasang status seperti itu membuatku sedikit curiga, “kok aneh ya?” Pikirku. Tapi tidak aku hiraukan dan kuputuskan untuk memulai percakapan karena aku kangen juga sama dia.

“Pagi”, Aku sapa duluan. Dia menjawab, “Ye”, (aneh, karena tidak biasanya dia menjawab seperti itu). Lalu dia mengirim emoticon :-* (tanda cium, makin aneh), Otomatis aku senang bukan main karena tumben-tumbennya dapat cium jarak jauh.hehe.. Makin semangat lagi, akhirnya memancingku untuk mengeluarkan kata-kata khusus jika jarang ketemu, “Miss U”. Dan balasannya membuatku kaget, “U mis septa? she is yours now?.tnx pal nyt! diz is her ex bf”. Kalau aku artikan kira-kira begini, “Kau merindukan Septa? Dia pacarmu sekarang? tnx pal nyt! – aku tidak tahu artinya -, Ini adalah mantan pacarnya (boyfriend)!”

Hah?? Ternyata aku dicium mantan pacarnya, Oh tidak!! Jengkel dan berang gara-gara dia menggunakan account temanku diam-diam. Padahal sebulan lalu, temanku ini meminta bantuanku untuk mengganti password emailnya karena “mantan-mantannya” sering membuka facebook, YM dan account lainnya tanpa ijin. Tiba-tiba online tengah malam atau mengirim pesan ke orang lain, dan hal merugikan lainnya. Kenapa ini terjadi lagi (kenapa dia dengan mudah memberikan rahasianya? Aku tahu beberapa minggu lalu dia memiliki pacar baru dan sekarang sudah menjadi mantan)

Ini sebuah pelajaran bagiku. Betapa tidak perlunya memberitahu rahasia – password – kepada orang terdekat sekalipun!! Ya ujung-ujungnya seperti ini. Atau boleh saja sih, asalkan orang yang dipilih itu tepat, seperti aku misalnya..hihihi… #nyombong sedikit.

Lalu bagaimana menurut teman-teman? Share ya..

Iklan

50 thoughts on “Haruskah Orang Terdekat Tahu?

  1. memang sebaiknya kita tak memberitahukan password kita pd siapapun, apalagi baru sebatas teman atau pacar, mungkin lain ceritanya jika itu adalah suami/istri dan anak2 kita.

    password fungsinya khan hampir sama dgn no.PIN kita di ATM , jadi kalau ada yg tahu, sama saja mempersilakan orang lain tsb, utk bersuka ria melakukan apapun yg dia suka terhadap password kita, apakah ada jaminan nya , dia takkan akan sembarangan menggunakannya, seperti kasus Septa diatas.
    salam

    1. Bunda benar. Baru sebatas pacar sudah ngasitau hal-hal rahasia seperti itu. Dan biasanya karena alasan sayang atau saling percaya dijadikan alasan untuk mengetahui password/PIN pasangan, padahal tidak seharusnya seperti itu. Tidak ada jaminannya.

  2. Sangat nggak penting dech memberitahukan password kita ke siapapun, walaupun aku tahu password beberapa sahabat dan teman kantorku, karena saat itu mereka meminta tolong untuk benerin account mereka aja….

    itu privacy bgt, makanya habis itu aku buang catatan yg mereka berikan, next mereka minta bantuan, pasti aku minta lg passwordnya (mereka menggertutu “masa lo lupa?) ya….its not mine and I won’t keep it in my mind, ya gak?

    Dulu kekasih juga pernah minta, karene aku nggak mau curiga, secara teman-temanku banyak yg cowok, aku kasih aja, tapi setelah itu aku ganti, nggak mau lah….

    Saling percaya bukan berarti hal2 kaya gt bisa kita hsaring kok…

    1. Setuju. Walaupun sudah dalam ikatan – serius sekalipun – tetap harus ada hal yang tidak perlu diketahui pasangan.
      Saya suka bagian “Ga mau kalah”, persis yang pernah saya alami..hihi..
      :).

  3. Haaah? Jelas saya gak mau lah password akun2 saya di dunia maya diketahui oleh orang2! 😡 Bahkan orang terdekat pun gak saya kasih tahu! 😛

    1. Iya itu poin penting setiap selesai online di akun masing-masing, tapi tetap beresiko jika komputernya dipasang software mata-mata.hehe..
      Mudah-mudahan ga sampai sejauh itu.
      Terima kasih..

    1. Terima kasih Bli Agung sudah menambahkan, saya benar-benar tidak tahu, bingung dari tadi mencari-cari artinya..hehe…
      Iya..oleh karena itu juga saya sering sekali gonta-ganti password walaupun hanya nambah satu karakter saja.
      🙂

  4. share password ke org lain? nggak lah… saran saya jangan! apalagi ke pacar, NO Thanks!
    kenapa? seperti cerita diatas, ketika putus dengan pacar yang mungkin sakit hati dan punya niatan buruk, ingin menjelekkan nama baik kita bisa gampang aja…

    tapi untuk share cerita rahasia pribadi ke keluarga (terutama kedua orang tua) Harus!
    memang awal nya terasa canggung, risih, malu, dll. tapi yang namanya keluarga apalagi orang tua tidak mungkin kan membocorkan rahasia atau menjelek-jelekkan keluarga sendiri ke orang lain… lagi pula dengan share bersama keluarga mengurangi beban pikiran, bikin hidup lebih enjoy, percaya deh!! ^^

    Share dengan teman / sahabat seperlunya saja lah…
    wah, kepanjangan ya,,,

    salam,
    ica puspita

    1. Wah, lengkap. Saya setuju. Poin pertama, saya setuju banget. Untuk yang kedua, seharusnya memang seperti itu tapi masih banyak yang enggan melakukannya. Nah yang ketiga ini biasanya justru berlebihan, malah kadang-kadang ini jadi sumber masalah.hehe..
      Terima kasih ya.
      🙂

  5. Hahhh … gimana nih???? 😦
    yg membuatkan blog-ku ini si~dia … pasword juga ia yg buat (ia suruh ganti sih – tapi aq sayang rasanya – sampe sekarang ia tahu dan aq senang) … 🙂
    gimana dunk – apakah ini juga harus diganti??

  6. Sependapat dengan Blitusuda tidak akan pernah saya toleransi. terlepas caranya dibajak atau tidak, sesuai dengan isi artikelnya, saya tidak akan memberikan PW kepada orang lain (apalagi hanya teman atau pacar)

  7. memang sebaiknya kita melakukan hal yg lebih bijak dengan menahan diri utk tidak memberikan hal2 yg bersifat rahasia spt password misalnya, apalg kpd teman atau pacar..krn bila disalah gunakan, kerugian pasti di pihak kita..dan akibatnya bisa bermacam2 juga 🙂

  8. Waduh kalau password jelas lain ceritanya. memang budaya di indonesia yang masih meremehkan pentingnya password. kalau saya sih punya pengalaman, saya kasih password email saya ke teman karena kebutuhan mendesak. pas keperluan sudah selesai, langsung deh ganti password.
    …. 😀 jangan ditiru

  9. password memang harus dirahasiakan karena bisa membahayakan kalau disalahgunakan orang lain.
    Apalagi password yang ada kaitannya dengan finance.

    Tak semua rahasia bisa diberitahukan kepada orang lain, walaupun kepada suami atau isteri, utamanya yang menyangkut urusan dinas dan memang ada ketentuan dari kantor untuk merahasiakannya.

    salam hangat dari Surabaya

  10. setuju
    aku pernah sih ngasi password fbku pas itu lagi butuh banget supaya pacarku buka fbku untuk suatu keperluan publisher
    setelah itu langsung kuganti lagi hehhee

    tapi kadang2 perlu juga memberitahukan beberapa rahasia jika itu menyangkut keamanan fisik bli

  11. iya memang, tidak semuanya kita dapat bagi dengan bahkan orang terdekat sekalipun. harus tersedia ruang untuk privasi bagi diri sendiri

  12. Sayangnya, saya pernah berbagi pasword dengan teman. Karena dirasa sangat daruratnya. “Terpaksa” minta tolong. Dan saya yakin dia teman yang bisa dipercaya.
    ALASAN: waktu itu saya tidak terkoneksi dengan internet. Jadi saya meminta sang teman un cek inbok. Tapi tentu saja DENGAN CATATAN, dengan syarat. Saya yang butuh, tapi saya juga yang “ngancam” tentang tingka kerahasiaan. Atau pakai mantra “Tolong aku ya. Setelah itu lupakan!!” *hipnosis*

    1. Hehe…saya juga pernah dalam kondisi seperti itu, beberapa waktu lalu tepatnya. Tapi karena alasan keamanan, saya langsung ganti password setelah ada teman yang komentar di atas..hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s