Spirit · Tips

Pentingnya Uang Receh

Selamat memasuki bulan baru kawan-kawan blogger semuanya. Senang sekali rasanya menginjakkan kaki di awal bulan November ini. Kata orang, hari pertama menjadi penentu perjalanan selama satu bulan ke depan. Nah untuk mewujudkannya, mari mulai dengan mengisi ulang semangat hari ini dengan semangat baru. Sudah punya rencana baru untuk bulan ini? Mari berbagi disini.

Banyak rencana yang sudah aku siapkan untuk bulan ini. Salah satunya adalah lebih menghargai uang receh yang selama ini dianggap ‘tidak bernilai’. Sebenarnya sudah dari dulu memiliki kesadaran seperti ini, tapi belakangan seperti diingatkan lagi karena aku benar-benar memerlukan uang receh. Sekilas uang receh tidak artinya karena nilainya yang tidak begitu besar, bahkan untuk membeli permen pun tidak cukup. Tapi sadarkah kita bahwa uang seratus ribu itu terbentuk dari banyak uang receh? Kalau tidak ada uang receh, tidak ada uang seratus ribuan.

Salah satu manfaat uang receh akan sangat terasa saat belanja di suatu tempat yang kadang-kadang lebih sedikit, sehingga dengan terpaksa memecah uang yang lebih besar lagi. Tentu saja hal ini akan membuat jengkel apalagi jika mendapat kembalian beberapa butir permen yang nilainya tidak sebanding dengan kembalian sesungguhnya.

Ah, aku sudah sangat sering mengeluh jika mengalaminya, tapi kadang-kadang tidak dihiraukan dan jadi malu sendiri memperdebatkan hal seperti itu di depan umum. Jadi untuk mencegahnya, bawalah uang receh beberapa ratus rupiah di dompet atau kantong saat berbelanja di tempat yang memecah uang terlalu receh. Percaya deh, pulang dari belanja akan lebih puas tanpa harus mendapat permen yang tak diinginkan.

Jangan malu menggunakan uang receh. 😉

Iklan

24 thoughts on “Pentingnya Uang Receh

  1. Pagi Bli…

    Wah, bukannya berarti uangku gede semua kalau d dompetku gak ada uang receh. Uang receh biasanya aku taruh di tempat pensil, sering kalang kabut kalaug ada tapi dengan aku taruh di sana biasanya banyk yg butuh.

    paling BT kalau kembalin dikasih permen, pernah numpukk Xonce sampai 10 kablet adalah kembalian!

    kayanya sih mereka sengaja…

    1. Hehe..maaf kelamaan.
      Kalau begitu sama donk, suka ngumpulin permen kembalian.hehe.. Saya pernah ngumpulin banyak trus buat belanja di tempat yang mendapat kembalian permen tadi. Merek jengkel, tapi saya bilang, saya juga dapat kembaliannya disini.
      Puas sekali rasanya. haha..

  2. Bli Tamba,
    kalau lagi kepepet semuanya terasa perlu termasuk uang receh, tapi ada kalanya malas. Setelah bayar uang parkir lebih karena tidak ada kembalian, kembalian belanja dikasih permen, baru terasa ternyata Bank Indonesia cermat berhitung akan kebutuhan uang kecil 😀

    Ach, saya juga sering mengalaminya 😉

  3. Kalau saya ndak pernah membawa uang receh di dompet. Tapi biasanya setiap akan bepergian saya selalu mengantongi uang receh untuk berjaga-jaga saja. Kalau ternyata ndak terpakai, saya simpan lagi di rumah. Begitu seterusnya. Hehe!

  4. Uang receh saya simpan di celengan heee, namun pernah kejadian belanja di mini market dikasi kembalian permen seharga rp 500, ketika keluar kasir, saya baru nyadar ada barang yang lupa beli, akhirnya balik masuk dan belanja seharga 7500, hal hasil saya kasi uang 7000 + permen yang tadi heeee

  5. uang kembalian yang recehan biasanya saya simpan di kotak khusus, nah jika kebetulan perlu bisa kita gunakan kapan saja.

    Kadang saya kaget ternyata jumlahnya tanpa disadari lumayan juga 😆

  6. uang receh tuh gak keitung tapi ada gunanya
    apalagi di supermarket sekarang
    harga-harga gak selalu bulat ribuan
    capek deh kalo dapet kembalian receh melulu
    salam sukses..

    sedj

    1. Oh iya, di supermarket itu nilai belanjaan kadang tidak bulat sesuai dengan nilai pecahan koin, tapi pecahannya ga masuk akal, masa harga roti Rp 5.599, mana ada 99 rupiah.hehe..

  7. hidup receh..! jd ingat wkt di jlnn ga sngaja lht uang receh 100 rupiah RATA dg aspal, seperti digilas, tp ga penyet. ga hbs pikir, kok bisa ya, uangx nyatu dg aspal, seperti kerikil dg semen yg digunakan utk jlnn/halaman

    1. Hehe…saya pernah melihat uang receh berserakan di jalan. Kasihan, saya ambil aja.
      Yang terbenam ke aspal juga pernah saya lihat, makin kasihan. Padahal itu uang ada nilainya, tapi kok disia-siakan begitu.
      Hidup Receh..hehe..

  8. Betul mas. Saya malah sengaja ngumpulin uang receh pada kantong/tempat khusus. Terasa berguna sekali ketika belanja yang kembaliannya bernilai pecahan. Kadang juga saya gunakan untuk bayar parkir motor, fotokopi, atau sekadar beli makanan/minuman ringan 🙂

  9. krn terlalu sering mengalami hal kayak begini,
    sekarang bunda selalu bawa uang receh, 500, 200 dan100 rupiah, di dompet khusu koin, Bli
    jadi, gak ada lagi kembalian berupa permen yg bunda gak suka ituh 🙂
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s