Spirit · Tips

Selingan Siang Bolong

Setiap memasuki bulan baru selalu saja ada hal-hal unik yang aku alami, walaupun kadang-kadang menguras pikiran karena tidak habis pikir. Dulu sempat mendapat sms penipuan saat pertama kali mengaktifkan kartu perdana telkomsel, kemarin -masih dalam hal penipuan- malah kejadiannya beda dan itu terjadi siang bolong di tengah keramaian.

Siang pulang kerja molor 1 jam karena harus membereskan pekerjaan yang masih tersisa, padahal sudah ada janji akan berkunjung ke rumah kakak mengantar selembar dokumen yang harus dicetak dan dibawa tepat waktu. Tapi, memang lumayan sial, data yang seharusnya bisa diprint saat itu lupa aku pindahkan ke flashdisk, akhirnya balik lagi ke kost menghidupkan komputer yang lumayan memakan waktu. Setelah beres, langsung berangkat ke warnet sebelah.

Nah keluar dari warnet ini tiba-tiba aku dikejutkan oleh kehadiran seseorang dengan tampang sangar. Awalnya aku biasa saja. “Mungkin dia mau ke warnet juga”, pikirku. Tapi tiba-tiba dia bertanya, “Mas, punya duit gak? Lima ribu aja, buat beli bensin”. “Gak ada!”, jawabku tanpa menunggu orang itu bicara lagi. Tapi dengan muka memelas dia masih berdiri di sampingku lumayan lama saat aku mengambil helm, akhirnya karena kasihan. Ya sudahlah, tanpa pikir lagi aku relakan satu lembar uang lima ribu meninggalkan teman-temannya yang dua lembar di dompet. Kemudian orang itu berlalu begitu saja tanpa bilang terima kasih dan dengan cepat ia menghilang.

“Lega, bisa membantu orang saat susah”, Aku berkata dalam hati. Tapi sekitar 100 meter dari tempat semula, aku melihat orang itu lagi. Bukannya membeli bensin, tapi berdiri disamping seseorang yang sedang membeli nasi, ternyata dia melakukan hal sama, meminta uang tapi kali ini dengan sedikit memaksa. Penasaran, tanpa pikir panjang aku mendekatinya dan bertanya langsung kepada orang aneh tadi, sebenarnya maunya dia apa, tapi dia tidak bisa menjawab dan Β malah kabur ngebut entah kemana. Ketahuan bahwa orang itu telah melakukan hal yang seharusnya tidak dia lakukan, makanya dia takut. Sempat jadi tontonan juga karena aku agak berteriak memanggil-manggil orang tersebut.

Aku sama sekali tidak menyesal karena telah memberi uang begitu saja kepada orang itu, tapi aku hanya ingin tahu apa sih maunya. Kalau memang benar-benar perlu, kenapa dengan cara seperti itu (memalak)? Badan masih sangat bugar, bahkan tampangnya saja sangar dan sehat, kan masih bisa bekerja secara halal. Β Heran dengan orang-orang seperti itu.

Hanya curhatan yang sedikit dipaksakan karena semakin tidak habis pikir dengan keadaan sekarang. Ya sudahlah, sekedar berbagi saja dengan teman-teman, siapa tahu kebetulan mengalami hal yang sama. Jangan mau memberi uang begitu saja, selama masih belum ditodong senjata.hehe..

37 thoughts on “Selingan Siang Bolong

  1. Pada dasarnya dia menginginkan sesuatu dengn cepat tanpa mau bekerja keras, memanfaatkan orang-orang yang malas dengan keributan…semoga tidak terulang lagi Bli

  2. banyak yang seperti itu sekarang bli, aku juga heran…kenapa mereka mencari rejeki dengan jalan seprti itu yaaa…
    pengen enaknya saja

    met malam bli…met beristirahat yaa

  3. sejak di bali, aku blm pernah menemukan org seperti itu disini bli, hanya orang yang minta-minta di depan toko, itupun ibu2, nenek, dan anak kecil…meski demikian, tetap smileπŸ™‚

    1. Saya baru kali ini mengalaminya Bli. Tapi belakangan ini Bali menurut saya semakin memprihatinkan saja karena banyaknya kejadian perampokan di berbagai wilayah dan itu terjadi siang bolong. Heran.

  4. Tamba, …. aku juga pernah ngalami sama sepertimu. Tapi yang aku ingat (tanpa ada maksud diskriminasi) mereka itu datang dari warga bali bagian timur. Kenapa saya bilang dari Bali bagian timur, karena mereka sebelumnya aku tahu menjual batu asah (batu untuk mengasah pisau) dengan cara di pikul. Dan saat tidak ada lagi orang yang mau membeli, gaya dan perilaku seperti itu keluar. Gaya preman, dan aku juga pernah sedikit bentrok dengan mereka karena gaya2 an seperti itu.
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    1. Ternyata ada juga yang mengalami hal seperti ini. Kalau kasus yang terjadi sama Pak sugeng itu karena dia frustasi dagangannya ga laku. Dulu juga pernah ada dagang pisau yang masuk ke lingkungan saya, memaksa nyuruh membeli, tapi diusir dari lingkungan saya.

  5. Kejadian seperti sering saya lihat, Bli..
    di mana-mana..

    Saya jauh lebih menghargai mereka yang sudah tua tetapi tetap bekerja keras, menurut saya memberi orang yang seperti saya sebutkan itu akan lebih berarti buat kita..

    Ya, semoga orang-orang seperti itu segera sadar akan perbuatannya…

  6. Wah, kalau badannya masih segar bugar, apa pun alasannya saya ndak akan beri dia sepeser pun. Kecuali dia mengancam keselamatan saya, mungkin saya akan berpikir logis dan memberinya daripada nyawa saya terancam.

    1. Hehe..sayangnya saya ga berpikir seperti Mas Agung waktu itu, lain kali pasti saya terapkan. Kalau sudah mengancam keselamatan, menyelamatkan diri jadi prioritas utama.πŸ™‚

  7. jangan dibiasain mas..
    kalau saya mah gak pernah mau ngasih..
    kalau dia ngancem balas ancem lagi…
    kalau dia kabur..kejar…

    merka tuch masih muda, harusnya kerja. (^_^)

    1. Iya, yang saya lakukan adalah sebuah tindakan pembodohan, bukan malah mengedukasi orang-orang seperti itu. Baiklah, cukup sekali itu saja, lain kali tidak akan pernah lagi. terima kasih lho masukannya. Salam kenal ya.πŸ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s