Spirit

Meninggalkan Zona Nyaman

Zona Nyaman, satu kata yang sering aku dengar dalam seminar tentang peluang kerja, career coach diradio atau membaca artikel-artikel yang intinya berhubungan dengan dunia kerja. Pertanyaan yang muncul dalam otakku dalam hal ini adalah, Apa sih zona nyaman dan bagaimana rasanya? Apakah anda sudah pernah atau baru mengalaminya? Kenapa harus ditinggalkan dan masih banyak pertanyaan lain yang memenuhi kepala.

Sering juga aku mendapat nasihat dari seseorang yang merasa dirinya sudah pernah mengalami dan keluar dari zona nyaman seperti ini: “Kalau kamu terus di situ-situ aja, kapan hidupmu akan berubah jadi lebih baik? Ayolah, keluar dari zona nyaman”. Sejenak aku pasti berpikir, memang seberapa nyaman sebuah keadaan atau kondisi pekerjaan sehingga bisa dibilang zona nyaman?

Menurutku itu adalah relatif, sesuai dengan penilaian masing-masing orang yang merasakannya kemudian membandingkan dengan kondisi pekerjaan yang akan dijalaninya. Banyak sekali hal ‘sejenis’ semangat untuk membuat kita segera mengubah keadaan menjadi lebih baik dengan mencoba hal-hal baru dan tentu saja meninggalkan apa yang dianggap nyaman sebelumnya. Jujur, sebenarnya aku merasa sedikit tidak rela dan ini sangat sulit. Apa yang sudah aku jalani sekarang terasa cukup nyaman walaupun ada kekurangannya juga, tapi sebagai pecinta tantangan dan suka hal-hal baru, kurasa aku harus menjalaninya dan itu cukup untuk menjawab pertanyaan “Mengapa harus meninggalkannya?”

Ah, memang benar bahwa manusia tidak pernah puas dan cepat bosan. Apakah ini -meninggalkan zona nyaman- termasuk dalam kategori tersebut? Bisa jadi ya karena sedikit tidaknya ada fakta yang mendukung demikian. Tapi, aku sedang berusaha untuk mementahkan istilah tersebut, karena mencoba hal baru bukan berarti karena bosan dengan yang sudah pernah aku jalani.

Sedikit mengurangi rasa pusing karena tugas baru sudah terbayang susahnya.

30 thoughts on “Meninggalkan Zona Nyaman

  1. pagiii…..

    kalau dipikir-pikir, saat ini aku juga lagi berada di zona nyaman…banyak kekurangan memang, tapi walaupun nantinya akan ada banyak masalah ngak akan berdampak terlalu buruk sama kerjaanku.

    aku seringkali punya keinginan untuk bisa keluar dari zona itu, tapi berat sekali rasanya
    ngak punya cukup keberanian untuk memulai langkah dari awal lagi

  2. Hani udah mencobanya Bli,resign dari tempat lama dan datang ke Bali. Awal yang sangat sulit dan butuh kesabaran yang luar biasa, tapi tekad, kemauan dan motivasi emang yang membuat kita selalu kuat…

    Sukses ya, Bli😉

    1. Bisa dibilang begitu Bli. Sepertinya nanti akan nyaman setelah saya menguasai semua tugas, entah kapan itu. Yang jelas sekarang adalah hal terberat yang pernah saya jalani selama bekerja.

  3. menone klo dihitung udh lebih 10 kali pindah kerja dan selama pindah2 tersebut byk bgt menemukan sahaba, pengalaman, cerita baru………….. jangan sampai kita merasa nyaman dlm satu hal, diluar msh byk hal2 yg begitu menyenangkan………jangan jd kura2 dlm tempurung

  4. Saya rasa kita ndak harus meninggalkan zona nyaman untuk bisa melangkah maju. Pepatah lama berakit-rakit ke hulu berenang-renang kemudian ndak sepenuhnya juga berlaku di dalam kehidupan. Maksudnya, kita ndak perlu sakit dulu kan, sebelum bersenang-senang kemudian? Hehe!

    Tapi memang, akan berkesan banget buat pengalaman hidup kalau kita mendapatkan sebuah hasil dari nol, atau bersusah payah terlebih dahulu. Makanya lebih banyak yang kagum dengan orang miskin yang bisa jadi kaya daripada orang kaya yang bertambah kaya. Hehehe!

    Ini pandangan pribadi saja, teman..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s