Spirit

Menerima penolakan

Ada yang pernah mengalami penolakan nggak? Baik itu ditolak atau menolak? Maksudnya disini adalah mengalami salah satu kondisi yang aku sebutkan tadi? Iseng aja ingin membahas topik ini setelah aku mengangkat sebelumnya untuk menjadi obrolan dalam tugas akhir pekan ini.

Penolakan identik dengan sakit hati, kecewa, rasa nggak enak yang mendalam dan segala sesuatu yang nggak jauh-jauh dari masalah hati. Tapi haruskah selamanya seperti itu. Kalau aku sendiri sih jujur menanggapi sebuah penolakan itu ada polanya tersendiri. Nggak asal kecewa gitu aja saat ditolak, tapi harus dilihat dulu beberapa faktor penyebab kejadian “menyedihkan” itu. Hehe..

Contoh penolakan misalnya: Nggak diterima saat mengungkapkan perasaan sama seseorang yang sudah lama diinginkan, atau nggak diundang ke suatu acara karena alasan tertentu atau teman kita tiba-tiba nggak mau ngomong sama kita. Itu jelas-jelas membuat kesal dan tanda tanya besar dalam hati. Apa alasannya? Saat seperti itu, kalau otak yang seharusnya masih dalam pengaruh akan sehat tidak bisa memberikan penjelasan yang tepat kepada diri sendiri pasti akan secepat kilat kepala dikuasai oleh pikiran negatif, sehingga muncullah sakit hati.

Kalau sudah seperti itu, rasanya diri ini nggak berguna lagi – padahal baru mengalami penolakan yang masih bisa dianggap sepele – tiba-tiba ingin mengambil tali jemuran dan memasangnya di pohon terdekat? Buat apa? Buat ayunan maksudnya. :)) Seperti yang aku bilang tadi, menerima penolakan itu ada polanya. Jangan asal tangkap dan telan bulat-bulat, hasilnya pasti makin mengecewakan!

Tanya diri sendiri dulu deh kenapa bisa ditolak? Dia nggak suka melihat kamu bersikap sok baik? Berarti udah jelas donk penyebabnya. Ya udah cari orang lain yang bisa menerima orang yang sok baik. Atau dia belum mau menerima kehadiran seseorang dalam hidupnya karena pengalaman menyakitkan yang dia alami sebelumnya? Ya udah nggak usah dipaksa supaya dia bisa menerima kita dalam kondisi yang seperti itu. Atau orang itu nggak suka sama seorang perokok, peminum atau pencinta wanita? Ya udah cari orang lain yang bisa menerima kriteria itu. Begitu saja kok repot!

Perasaan makin ke belakang kok makin emosi aja? Ah tulisan nggak jelas, tapi ketahuan sekali sepertinya baru saja mengalami penolakan! Yang penting untuk diingat adalah, penolakan bukan awal dari kehancuran, tapi berakhirnya masa-masa suram!

😉

Iklan

12 thoughts on “Menerima penolakan

  1. Tapi jangan sampai sampai juga “jika ditolak, dukun bertindak” :D. Kehidupan tidak selalu seperti apa yang kita inginkan, saya rasa selalu ada pengalaman seperti itu, he he…, mau bagaimana lagi coba, ya hadapi saja.

  2. topik yang pas..kebetulan minggu ini sedang merenung, karena ngadepin penolakan,
    point nya udah dapat, masih banyak yang belum nolak ketimbang yang nolak

    1. Hehe..semangat ya..
      Menurut saya mikirnya gini aja: Dunia nggak hanya dipenuhi oleh orang-orang yang menolak, yang menerima juga banyak.
      Hidup nggak berwarna tanpa penolakan.
      😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s