Spirit

Muka Sampah

Sumpah! Ini karena jengkel sama orang yang nggak punya kesadaran sama sekali tentang pentingnya buang sampah yang benar. Dari semalam sebelum tidur berharap (dan berdoa tentunya) supaya hari senin ini lancar dan menyenangkan. Baru bangun pagi sudah mengucapkan , I Love Monday! setelah minum segelas air putih. OK, itu persiapan yang cukup matang untuk menjalani hari ini dengan penuh semangat! Setidaknya, semangat dan pikiran positif sudah 90% mengisi ruang kepala.

Semua berjalan lancar sampai setelah makan siang. Berhasil mengendalikan diri supaya nggak terpengaruh lingkungan, karena beberapa puluh menit lagi akan meeting program. Waktu berlalu, saatnya balik ke kantor induk untuk bertemu atasan dan teman-teman untuk membahas isu hangat dalam seminggu dan apa yang perlu ditindak lanjuti, serta apa saja ide-ide yang sudah aku kumpulkan, nanti dibahas juga. Itu agenda meetingnya! Penting sekali untuk menjaga mood supaya tetap pada jalurnya, dan akhirnya apa yang diharapkan berjalan lancar. Itu baru harapan.

Dalam perjalanan ke kantor induk, jalan lumayan macet, tumben juga hari ini matahari terik setelah seminggu penuh nggak absen hujan. Sebelum belokan ke Jalan Majapahit, depan kantor BCA Kuta, di depanku ada satu mobil Nissan plat Bali yang aku ikuti pelan-pelan, karena nggak mau pusing salip-salipan. Lebih minggir lagi ke kiri, biar agak lega. Tapi, bukannya lega. Tiba-tiba kaca jendela mobil itu terbuka, dan keluar satu tangan, entah kanan apa kiri, nggak jelas. Dengan santainya membuang tisu bekas (entahlah bekas apa) beberapa lembar dan beterbangan didepan wajahku.

Dalam hati mengumpat! Tapi cepat-cepat aku kendalikan, karena nggak mau acara meeting rusak gara-gara perasaan jengkel yang terpendam. Kalau bisa teriak, ingin sekali teriak. Aku sih nggak masalah ‘disapa’ tisu bekas orang itu, tapi orang itu apa nggak mikir ya tingkahnya sudah merusak! Merusak mood, merusak kebersihan, merusak citra dirinya sendiri. Tapi aku tebak sih dia pasti bilang dalam hati, “masa bodoh, emang gue pikirin. Cuma beberapa lembar tisu doank!”

Menyesal sekali, menyesal karena orang-orang tidak ada yang sadar tentang kebersihan. Walaupun sedikit, tapi kan maknanya besar. Bagaimana kalau semua orang seperti itu? Lagipula, nggak punya sopan santun sedikitpun! Ah….jaman sekarang…manusia…lebih egois.. Nggak peduli lingkungan!!!! Terutama orang yang tadi.

Maaf ya aku sebut si Muka Sampah….salah lo juga sih, buang sampah sembarangan!

Iklan

10 thoughts on “Muka Sampah

  1. calm down… calm down…
    memang sebel lihat minimnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya. saya juga sering dibuat sebel oleh orang2 bermobil menterang mewah tapi masih saja suka membuka kaca jendela sekedar membuang sampah. Mending membuang berkah untuk pengemis toh? 🙂

  2. Apa kabar?

    Wah…isi postingannya terasa sekali berenergy…energy yang penuh luapan emosi :mrgreen:

    Hani pernah kok mengalami hal yang sama….bedanya saat itu bungkus makanan…..kalau Hani emang suka gemas sih…Hani pelototin aja….Hani marahin orang yg sms-an sambil nyetir mobil juga pernah di lampu merah…..karena dia sudah membahayakan nyawa orang…karena asik sms-an dia hampir nabrak Hani,…..

    Sebel aja kalau ada orang kek gitu…

    1. Kabar baik.
      Luapan emosi? Iya, setengahnya….
      :mrgreen:
      Sayangnya saya nggak sempat melototin orangnya, keburu ngabur..hehe…
      Sebal bukan karena kena tisunya, tapi karena sikapnya nggak sopan..haha…
      Biarkan sajalah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s