Spirit

Susahnya Follow Back!

Mungkin ini lebih menjurus ke twitter kali ya?? Permasalahannya sepele. Mari kita jalan-jalan sebentar ke account twitter yang sudah dibuat. Sejak pertama kali membuat account twitter sudah berapa “orang” yang kalian follow? Atau sudah ada berapa follower dibandingakan dengan jumlah following? Follower adalah orang yang mem-follow account twitter kita. Sedangkan following artinya kita mem-follow orang lain. Seperti kuliah singkat saja…. Nggak kok…sebenarnya masalahnya apa?

Seperti yang aku tanyakan di awal tadi. Lebih kepada suatu keseimbangan. Semua pasti tahu, kalau ada hal yang berat sebelah pasti rasanya nggak enak. Kita pasti akan berusaha menambah bobot yang agak ringan supaya bisa menyamai yang agak berat atau sebaliknya, mengurangi yang agak berat supaya agak ringan. Tujuannya satu, yaitu seimbang!

Makin berbelit-belit. Jadi begini, sebenarnya bukan mengeluh, hanya menilai sifat orang-orang kita (maaf ya kalau ada yang merasa), kok sepertinya susah sekali untuk saling mengisi. Entah itu dalam kehidupan nyata ataupun di dunia maya, bagiku sama saja. Bahkan, – ini hanya pendapatku saja, benar tidaknya tergantung masing-masing orang yang menilai – sikapnya di dunia maya justru mencerminkan kehidupannya di dunia nyata.

Contoh sederhana saja dari twitter tadi. Dari beberapa orang yang aku follow (ada yang kenal langsung, kenal di internet, dan nggak kenal sama sekali), hanya 50% saja yang memberikan respon, dalam artian followback. Apa artinya? Mereka egois atau bagaimana? Eitss..jangan divonis dulu, kita cek alasannya:

  • Sibuk. OK saya maklum, tapi sesibuk-sibuknya orang yang aktif di twitter masa nggak sempat nge-cek siapa saja followernya?
  • Nggak kenal. Ah..yang aku follow orang yang aku kenal kok. Kecuali beberapa orang yang memang nggak aku harapkan untuk followback karena followernya sangat banyak. Atau seenggaknya, kalau memang mau punya banyak teman, kenapa susah amat sih nge- followback?
  • Selektif sama follower. Bagus….tapi masa iya, teman sendiri yang diajak bercanda bareng juga masuk jaring?
  • Gengsi. Kenap? Gengsi berteman sama gue di twitter? OK..baiklah….nggak apa-apa kok.
  • Satu-satunya tebakan terakhir yang ada di pikiranku adalah, memang orangnya sombong. Lho? Emang iya..mau apalagi?

Memang susah menanamkan sikap mau berbagi dan membentuk sebuah keseimbangan walaupun dengan orang-orang yang sebenarnya kita ajak bergaul sehari-hari. Nggak apa-apa, jadikan satu pelajaran. Setidaknya, kita tahu sisi lain dari teman kita sendiri.

Jangan berhenti untuk menyeimbangkan keadaan!

14 thoughts on “Susahnya Follow Back!

  1. ahahahah sepertinya curahan isi hati..??!!
    kayaknya ada kemungkinan lain yang blm kau sebut plen..,mungkin ajah si empunya twitter emg kagak ngerti akan kode etik per twitteran…(bhsa apaan yakk?).
    mksdku dia punyax twitter tp gakk gitu ngerti apakah hrs follow back ato segala macemnya…heheheheh

    1. Haha…itu alasannya terlalu jadul bukan? Soalnya bisa dilihat juga siapa aja yang dia follow, itu kan artinya dia ngerti. kayaknya ini lebih mengacu sama dua poin terakir di tulisan ini..hehe… Curahan hati? may be yess..hahaha…
      Makasi ya….;)

  2. Wuaduh… ada peraturan kaya’gitu yah ? mahap, saya baru tau… saya jarang Following orang yang ngeFollow saya setelah ngliat Timelinenya. Tidak ada hal yang penting atau cuma makian dan curahan hati saja… ketimbang menuh”in timeline yang saya Follow, mending gag diFollow Back. Begitu kira”…

  3. Sudah tak follow balik yah…jagan gitu dunk😆

    Hani baru di twitter, baru sdikit aktif…karena dari dulu bikin twitter gak pernah tersentuh….belakangan karena di BB aja….itupun dipaksa-paksa ama sepupu jadi belum familira gitu…..

      1. Ia nich….saya juga kena😦 sejak bikin twitter ngak pernah liat😦 maaf bli yach..beneran saya juga ngak familiar dengannya, pelan-pelan saya belajar heee

  4. wahh..lagi asyik Twitter ya Bli..sayangnya saya belum punya akunnya..
    BTW, maafkan baru sempat berkunjung balik kesini.
    SALAM hangt dari Kendari. 🙂

    1. Hehe….nggak terlalu aktif Bli, hanya saya jadikan mesin pencari ide saja. Saat-saat buntu ide, twitter lumayan membantu pekerjaan.
      Tidak apa-apa Bli, saya malah jarang berkunjung.🙂

  5. hehe..sory,bli…
    klo saya sih tergantung aku twitter itu…apalagi skrng lgi banyak RT abuser +_+

    lgipula tagline twitter saya “don’t follow me” soale isinya sampah doank! :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s