Spirit

Kebiasaan Jelek Ibu

Bukan ibuku ya…hehe.. Ini ibu-ibu di kompleks perumahan tempat aku kos. Sebenarnya kalau sekali dua kali bagiku nggak masalah ya, tapi kalau setiap hari pasti jengkel juga. Istilahnya Gengges kalau banci-banci itu bilang…haha… Apakah ibuku dulu seperti itu? Sepertinya nggak, soalnya rumahku dulu di dalam hutan, sangat nggak mungkin seperti ibu-ibu jaman sekarang.

Awal -awal kos aku senang sekali dengan suasana lingkungan di tempat ini entah karena memang keadaannya belum seperti sekarang atau mereke kebetulan sedang “libur” dari aktivitas yang menurutku menjengkelkan itu. Sebenarnya apa sih??? Nggak lain nggak bukan yang aku maksud adalah kebiasaan ibu-ibu perumahan yang suka memberi makan anak balitanya di jalan. Seperti yang aku bilang, sekali dua kali sih nggak apa-apa, tapi lama-lama kok udah jadi kebiasaan. Saat tiba jam makan siang anaknya, mulailah ibu-ibu rumah tangga ini memenuhi jalanan atau gang sambil membawa tempat makan bayi. Sambil sesekali menyuapi anaknya yang baru bisa jalan, mereka asik ngobrol entah ngobrolin apa.

Yang namanya gang di perumahan, ya pasti ramai juga kendaraan keluar masuk. Anak-anak dibiarin lari-lari keliling sudah tahu ada sepeda motor lewat, bukannya ditegur atau minggir sebentar. Sumpah, jengkel banget! Kalau dipikir jangka panjangnya, ini akan membentuk mental anak jadi buruk. Secara kesehatan, makan di jalan ya tentu nggak sehat karena polusi. Terus, sopan santun anak di jalan juga nggak terdidik dengan baik. Bukannya minggir, asik main malah maki-maki pengendara yang melintas di “wilayah depan rumahnya”. Apakah ini bagus untuk ke depan? Aku rasa ibu-ibu seperti ini setidaknya punya kepedulian tentang hal ini.

Bukannya aku anti-tetangga. Aku senang anak-anak kecil, senang melihat mereka aktif bermain karena aku juga sering menjadi pengasuh anak-anak balita. Tapi bukan begitu caranya. Nggak respek sama sekali dengan lingkungan. Nanti kalau ada kejadian apa-apa sama anak-anak mereka, pasti penghuni lain di perumahan itu juga yang menjadi sasaran dengan alasan terlalu ngebut atau apalah, sedangkan mereka nggak sadar kebiasaan mereka sendiri.

4 thoughts on “Kebiasaan Jelek Ibu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s