Spirit

Women And Earth

SELAMAT HARI KARTINI

Perempuan adalah mahkluk tuhan yang luar biasa dengan segala kelibahannya, salah satunya adalah multi talenta. Bagaimana tidak, seorang perempuan mampu mengerjakan banyak hal dalam waktu yang bersamaan. Tapi sayang, seperti yang kita ketahui, posisi perempuan saat ini masih saja dianggap remeh. Fakta ini tidak hanya terjadi dalam hitungan tahun, tapi sudah puluhan bahkan ratusan tahun. Salah satu penyebab lemahnya posisi perempuan adalah karena kuatnya dominasi patriarki yang sudah terlalu mengakar di masyarakat. Walaupun pahlawan nasional perempuan kita, R.A Kartini sudah menggagas kesetaraan gender dan banyak disosialisasikan oleh beberapa kalangan masyarakat akhir-akhir ini ternyata belum sepenuhnya mampu mengangkat perempuan dari ekploitasi dan kesenjangan. Kita semua tahu, peran perempuan di segala bidang sangat diperlukan dan tidak menutup kemungkinan dalam dunia laki-laki sekalipun.

Apa yang terjadi terhadap perempuan saat ini sama halnya dengan yang terjadi terhadap bumi kita. Minimnya perhatian membuat kedua hal ini cepat atau lambat akan menunjukkan kekuatan yang sebenarnya. Bumi yang dulu kita ketahui masih asri dengan cuaca teratur, tapi sekarang seiring perkembangan jaman, semuanya semakin bergeser menjauhi titik keseimbangan. Pemanasan global dan hemat energi sudah menjadi topik dimana-mana dari dulu, tapi apakah sudah menunjukkan hasil? Kita belum bisa menyimpulkan. Kalau boleh dibilang, program kepedulian lingkungan yang sudah dan sedang dilaksanakan saat ini masih terkesan seperti gali lobang tutup lobang. Di salah satu sisi, program ini berjalan baik, tapi di sisi lain justru sebaliknya dengan masih banyaknya contoh perusakan lingkungan yang terjadi. Ini adalah salah satu bukti sosialisai tentang kepedulian lingkungan belum merata. Selain faktor komunikasi, yang menjadi motor penggerak berhasilnya program ini adalah kesadaran masyarakat itu sendiri. Perkembangan dan peningkatan kualitas pendidikan belum sepenuhnya diikuti dengan kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan.

Disinilah sebenarnya perempuan punya potensi lebih besar untuk menyadarkan masyarakat, bahkan hal itu sudah terbukti di beberapa daerah di Indonesia yang mampu menyelamatkan lingkungan dan mendapat penghargaan Kalpataru. Adalah Katrina Koni, seorang ibu yang berhasil menghijaukan lahan kritis dengan tanaman kayu-kayuan di Dusun Pokapaka, Desa Malimada, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat, NTT.

Eratnya kaitan antara perempuan dan lingkungan terbukti dari perannya sebagai pengelola rumah tangga, yang lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan dan sumber daya alam. Sayangnya selama ini peran itu masih kurang karena perempuan belum diberi kesempatan lebih untuk menunjukkan kemampuannya. Padahal dampak kerusakan lingkungan lebih sering dirasakan oleh perempuan. Contoh sederhana adalah ketersediaan air. Berkurangnya ketersediaan air lebih dirasakan kaum perempuan karena mereka merupakan pemakai air terbesar dalam rumah tangga. Selain itu, perempuan adalah media edukasi pertama bagi generasi penerus kita. Melalui perempuan, pendidikan dan kesadaran terhadap lingkungan bisa ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Perempuan dan bumi adalah dua hal yang saling terkait dan tidak bisa kita pisahkan satu sama lain untuk mencapai keseimbangan.

Sebagai warga bumi, kita tentu tidak mau bumi semakin “rusak” hanya karena ketidakpedulian kita. Selama masih bisa merasakan udara segar di bumi, berarti kita masih punya waktu untuk melakukan hal berguna yang setidaknya bisa meringankan “beban” bumi saat ini. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan, mulai dari hal kecil dulu, misalnya menggunakan lampu hemat energi, tidak membuang sampah an-organik sembarangan, menggunakan listrik dan bahan bakar seperlunya, dan masih banyak lagi. Intinya, melakukan penghematan adalah solusi yang tepat untuk menjaga bumi kita.

Tulisan ini dipublikasikan untuk Cover Story diRadio Magazine edisi ke 9 (Maret-April 2011) – 87.8 FM Hard Rock Radio Bali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s