Spirit

Shocking news

OK, mulai sekarang nggak akan pernah berasumsi lagi tentang hal-hal yang sebenarnya menurutku penting. Setidaknya ini jadi pelajaran penting (lagi) yang aku dapatkan dari kebiasaan berasumsi. Beberapa tulisan tahun lalu sempat beberapa kali menyinggungnya, tapi belakangan nggak ada sama sekali. Yah begitulah, untuk sekedar menghubunginya saja nggak pernah sempat, apalagi menghususkan waktu untuk menulis tentangnya. Kondisi sudah berubah total.

Adalah teman dari kecil yang sudah menjadi sahabat. Nya di paragraf pertama itu adalah sahabatku (seorang perempuan cerdas). Kalau dilihat lagi beberapa tahun ke belakang, sulit untuk menilai kedekatan kami. Banyak yang menganggap kami pacaran, bahkan dianggap selingkuh! Tapi itu sepenuhnya nggak benar. Memang sempat punya perasaan suka, tapi entah kenapa aku ubah perasaan itu menjadi perasaan sebagai seorang saudara, sahabat, teman, adik dan istilah lain selain pacaran. Agak sulit awalnya, tapi mau bagaimana lagi, keputusanku sudah benar dan sampai sekarang aku merasa benar-benar seperti saudaranya.

Waktu berjalan, aku semakin mengenalnya lebih jauh, mulai berbagi hal-hal konyol bersama, sedih, senang, jahil, curang, tertawa dan susah juga bersama. Tapi satu hal yang benar-benar aku syukuri adalah, kami tidak pernah sekalipun bermasalah sampai detik ini. Baru kali ini aku merasakan kecocokan luar biasa dalam berinteraksi dengan seseorang. Hal yang menurutku sangat sempurna dan langka untuk persahabatan yang berumur tepat 1 dekade! Dimana lagi aku bisa menemukan hal seperti ini? Tidak akan pernah ada duanya..

Sampai pada puncaknya dari beberapa bulan lalu sampai bulan ini, aku mulai jarang berkomunikasi. Begitu juga dia, sangat jarang menghubungiku. Mungkin karena kita sama-sama sibuk memikirkan pekerjaan, lagipula kami sudah punya pasangan masing-masing. Jadi, hubungan persahabatan ini mulai kehilangan kehangatannya. Tapi, kemarin aku mendadak langsung teringat dan perasaanku nggak enak. Kangen dan penasaran ingin mendengar kabarnya membuatku reflek mengambil telepon.

Seperti satu ledakan besar yang membuat telingaku tuli, membuat mata perih dan memicu jantung untuk berdegup 3 kali lipat dari biasanya. Satu permainan yang kuingat adalah, tebak-tebakan dengan memainkan ketajaman perasaan. 90% tebakanku selama ini tentangnya adalah benar. Di obrolan telepon kemarin dia menantangku lagi dengan permainan lama itu. “Coba, sekarang mainkan feeling-mu, tebak aku kenapa”. Dia bilang begitu setelah kudengar dia nggak kerja 1 minggu terakhir karena satu alasan. “Kamu sakit ya?” Aku jawab dengan nada menebak sekaligus bertanya. Dia mengiyakan, tapi masih menyuruhku untuk mencari tahu penyebabnya, masih tebak-tebakan.

OK, karena perasaanku nggak enak aku jawab seadanya. Mungkin ini tebakan terakhirku menjadi sahabat bebasnya. “Kamu berbadan dua?” Dengan berat ku jawab seperti itu dan dia langsung memujiku. “Feelingmu hebat!, kamu benar!”. Ingin rasanya aku teriak, tapi masih kutahan karena penasaran dan nggak percaya. 35 menit obrolan berlangsung, aku masih terus meyakinkan diri bahwa aku belum percaya. Ternyata memang benar!

Shocking News!! ini membuatku lemas karena bercampurnya sedih, marah, kesal, kagum, terharu, bahagia, dan sebagainya jadi satu. Aku bingung kenapa bisa begitu. Sedih, marah, kesal karena selama ini aku pikir dia cukup cerdas menjaga diri dan menjaga komitmen persahabatan kami. Kagum karena ternyata dia sangat cerdas dalam “hal” ini. Terharu, karena aku senang akhirnya sahabat jahilku mencapai level yang lebih tinggi dalam hidupnya. Bahagia karena pilihannya sesuai dengan saranku, setidaknya ini yang membuatku benar-benar dihargai. Karena dia mempertimbangkan saranku dalam menentukan keputusan beberapa bulan lau.

Hanya satu yang aku sesali dari kejadian ini. Yaitu, aku benci komunikasi kami nggak lancar seperti dulu akibat sibuk bekerja! Hal yang semakin membuatku benci diri sendiri dalah saat dia bertanya,  “Kamu kemana aja selama ini? Saat aku perlu teman ngobrol, kamu malah menghilang”. Apakah aku masih layak disebut sahabatnya?

2 thoughts on “Shocking news

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s