Tips

Kebodohan awal tahun

Adalah suatu ketika PC tua di rumah sudah melambat. Bahkan saking lambatnya sampai membuat jengkel setiap kali mengoperasikannya. Akhirnya, terlintas dipikiranku untuk mengupgrade ke service pack selanjutnya. Jangan ditanya apakah ini bajakan atau asli. Bukan itu poinnya, tapi akan tahu sendiri jawabannya. Setelah cari artikel dan tutorial tentang caranya, mulailah melakukan persiapan. Setelah perjuangan cukup berat karena beberapa link downloadnya ada yang mati, akhirnya dapat juga.

OK, jujur saja. Dalam proses ini aku harus membuat CD bootable, nah untuk itu aku harus mendownload file-file yang diperlukan. Yaitu file hasil copy 1 CD isntaller yang berkestensi .iso. Sambil download, baca-baca lagi tutorial membuat CD Bootable. Di salah satu bagian, dijelaskan juga cara membuat file .iso. Yaitu copy isi CD instaler dan convert memakai Iso Maker. Dengan bodohnya aku juga mendownload aplikasi itu.

Singkat cerita, file .iso Windows sudah terdownload sukses. Tapi apa yang terjadi, icon file itu yang muncul justru Winrar. Pikirku itu file rar yang perlu diekstrak. Seperti biasa, aku ekstrak file dengan icon seperti itu di folder khusus. Setelah selesai, baru convert memakai iso maker. Menunggu hampir 4 jam, sumpah lama banget. Tapi setelah menahan kesabaran, proses converting selesai. Apa yang terjadi??

Iconnya bukan icon file image seperti bawaan Nero, tapi masih icon Winrar. Seketika saat itu juga aku ingat mengubah setingan “folder option” dan menghilangkan centang pilihan “Hide extention for known file type”. Ternyata file yang terdownload tadi sudah file .iso! Dengan bodohnya file itu aku ekstak menjadi pecahan file biasa, lalu aku convert lagi jadi file .iso! Damn!! Itu yang aku obrak-abrik seharian menunggu sampai berjam-jam, ternyata hasilnya cuma sia-sia. Dengan pengalaman ini, pelajarannya banyak sekali :

  • Ingat lagi saat install Winrar, kita pasti mengaosiasikan banyak ekstensi file, termasuk file image berekstensi .iso untuk bisa dibuka dengan Winrar. Otomatis, kalau ada file image, iconnya juga memakai icon Winrar. Kecuali setingan “Open with…” nya diubah.
  • Jangan selalu menyembunyikan ekstensi file baru yang kita dapatkan dari hasil download. Takutnya ada file virus memakai icon .jpg malah ekstensinya .exe, lalu kita buka. Selamatlah virus menyebar.
  •  Sabar….saking niatnya ingin install ulang justru memakan waktu lama hanya karena dua hal di atas. Lumayan menguji kesabaran.

Sampai sekarang, install ulangnya belum berhasil karena ternyata hasil burning CD itu kebanyakan error. Banyak masalah…tapi banyak pelajaran….capek juga.

Iklan

4 thoughts on “Kebodohan awal tahun

    1. Hahaha…nggak apa-apa Mas. Serius…saat itu saya sedang goblok…hahaha…. Seharian nungguin, ternyata file yang udah jadi yang saya bongkar pasang. Sial emang…

  1. He he…, ndak terbiasa sih, kalau sudah biasa memasang sistem operasi seperti Linux, nanti juga terbiasa dengan nama berkas-berkas yang lebih aneh lagi :).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s