Spirit

Aku, 24 dan ketidakrelaan

Pernah nggak sih berpikir kalau sebenarnya sehari itu nggak tepat 24 jam lagi? Menurutku, jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding satu hari pada 24 tahun yang lalu. Mungkin kalau “penguapan” waktu itu digabungkan jumlahnya bisa saja membentuk satu hari sekarang, atau mungkin dua hari. Ah, kalau dibentangkan terus mungkin akan masih ada banyak lagi ketidakrelaan yang lain. Susah juga, namanya waktu harus dilewati. Biarkan angka 23 itu berlalu seenaknya..

Iya, dengan segala upaya akirnya bisa sampai di tangga ke-24, tepat hari ini. Untuk kesekian kalinya setiap melewati batasan umur tahap per tahap setiap tahun, rasanya ada ketidakrelaan seperti yang aku bilang tadi. Bukan maksud nggak bersyukur, sebernarnya lebih pada ketidaksiapan untuk menanggung beban yang lebih berat. Beban dalam artian masih dikejar rasa bersalah karena belum menunjukan pergerakan berarti yang bisa dibanggakan. Minimal bisa membanggakan diri sendiri lah di depan orang tua atau menunjukkan bahwa diriku berguna untuk lingkungan sekitar.

Tapi seperti kata orang, ikuti jalur hidupmu seperti aliran air yang apa adanya. Ada benarnya juga sih supaya nggak terlalu ambisius. Lakukan apa yang harus dilakukan hari ini dan sebisa mungkin jangan menunda. Tambah umur ya tambah umur, nggak ada tawar menawar! 

2 thoughts on “Aku, 24 dan ketidakrelaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s