Spirit

#Profil : Petani Desa

https://youtu.be/qYLYQKW4-Ec

I Nengah Suardana, mantan pegawai asuransi jiwa berprestasi, meninggalkan pekerjaannya dan memutuskan untuk mengolah sawah peninggalan almarhum ayahnya pada tahun 1999.

Sejak saat itu, perlahan-lahan segala aktivitas yang berhubungan dengan pertanian, khususnya di Jembrana mulai digelutinya. Kegagalan demi kegagalan tidak bisa dihindari sebagai petani pemula, mulai dari gagal panen akibat banjir, serangan hama sampai frustasi tidak bisa menanam padi akibat kekurangan modal dan belum mahir memahami cuaca dan penggunaan bahan kimia.

Seiring berjalannya waktu, kesibukannya selama aktif di dalam organisasi desa dan Subak membuatnya semakin yakin bahwa menjadi petani adalah harga mati, perjaan yang digelutinya dari hati.

Sekarang, kemampuannya dalam hal menanam dan mengurus padi tidak diragukan lagi.

Keseimbangan alam adalah motivasi utamanya dalam bertani. Segala aspek lingkungan diperhitungkan dengan baik, sampai akhirnya sekarang lebih mengoptimalkan penggunaan pupuk organik, demi menjaga kesuburan tanah untuk hasil panen terbaik.

Dengan begitu, sekarang bisa menanam padi 3 kali dalam setahun dan tanpa perlu menanam komoditi lainnya sebagai selingan.

Satu-satunya hambatan adalah ketersediaan pasokan air. Kalau hanya mengandalkan air sungai, satu kali panen pun sepertinya mustahil dengan kondisi cuaca tak menentu seperti sekarang. Pompa sumur bor adalah solusi walaupun membeli bahan bakar mesin diesel untuk mengairi sawah perlu modal yang tidak sedikit. Tapi kembali lagi ke prinsip awal, tak takut rugi karena menjadi petani itu sungguh hal yang luar biasa baginya.

Salut!!

2 thoughts on “#Profil : Petani Desa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s